adanya mikroorganisme pada rendaman jerami

Adanyamikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie Van Loewenhoek pada abad ke 14 ditafsirkan sebagai gejala. A. biogenesis B. metagenesis C. biosintesis D. morfogenesis E. abiogenesis. 6. Beberapa ahli melakukan percobaan untuk membuktikan teori asal-usul kehidupan: 1. Antoni Leuwenhook dengan EVOLUSI Evolusi berasal dari kata to elvo (bahasa Inggris ) yang artinya berkembang atau berubah secara perlahan-lahan. Asal katanya adalah evolut (latin) yang berarti menggulir. Biologi evolusi adalah disiplin ilmu cabang biologi yang membahas semua perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi sejak awal mula sejarah bumi, sampai Kamis 28 Maret 2013. Analisis Pertemuan Ke 3. Diposting oleh Sharia Vebiriana di 01.46 0 komentar Sharia Vebiriana di 01.46 0 komentar Padapertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis. 2. Teori Biogenesis Berdasarkanpenemuan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami, sehingga berpendapat bahwa jentik-jentik itu berasal dari air. 2. John Needham (1713-1781) karena adanya pembusukan oleh mikroorganisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidakbenaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yang menyatakan Tujuandari artikel ini adalah menganalisis efektifitas penggunaan air rendaman abu jerami sebagai pengawet alternatif dan sebagai pengawet alami pada makanan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji dan melakukan analisis berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Contohcilliata adalah Paramecium caudatum. Paramecium caudatum dapat dibiakan dalam air rendaman jerami atau kering. Di dalam biakkan tadi, paramecium dapat terkumpul dekat permukaan terutama ditepi gelas biakan. Permukaan tubuh paramecium tertutupi cillia, di dalmnya terdapat vakuola makanan, vakuola berdenyut, makronukleus. Percobaannya pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, ia melihat adanya mikroorganisme (makhluk hidup sangat kecil) dalam sampel air hujan dan air rendaman jerami. b. Needham, berpendapat bahwa mikroorganisme (benda hidup) terjadi dari air kaldu (benda mati). Padaumumnya Ae. aegypti lebih menyukai tempat perindukan berupa air bersih tetapi dari hasil studi oleh beberapa peneliti menguatkan bahwa telur nyamuk lebih banyak pada ovitrap dengan rendaman jerami dari pada dengan air bersih biasa. Penelitian Karen A Polson menyebutkan adanya perbedaan jumlah telur pada ovitrap menggunakan 10% air rendaman Contohperkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada industri pembuatan antibiotik dan vaksin. Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari jamur Penicillium), Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin). . Antony van Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop. Dengan menggunakan mikroskop ia menemukan adanya benda-benda yang sangat kecil dalam setetes air rendaman jerami. Antony kemudian menarik kesimpulan bahwa mikroorganisme berasal dari jerami. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Antony menjadi penganut teori abiogenesis. Teori Abiogenesis adalah teori asal-usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda itu, penemuan Leeuwenhoek ini merangsang kembali para peneliti lainnya untuk membuktikan kebenaran dari teori abiogenesis. Berdasarkan uraian tersebut, adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop pada abad ke-14 ditafsirkan sebagai gejala abiogenesis. Oleh karena itu, pilihan jawaban yang benar adalah E. Pengertian Abiogenesis Abiogenesis adalah teori yang mengatakan bahwa asal-usul kehidupan berasal dari benda tak hidup. Atau dengan kata lain, teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup ada dengan sendirinya. Teori abiogenesis dikenal juga dengan sebutan teori Generatio Spontanea. Penemu Teori Abiogenesis Penemu dari teori ini adalah Aristoteles 384-322 SM, seorang tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani. Aristoteles melakukan pengamatan pada ikan-ikan di sungai. Ia berpendapat bahwa ada sebagian ikan-ikan di sungai tersebut yang berasal dari lumpur. Aristoteles juga melakukan percobaan pada tanah yang direndam air. Dari tanah rendaman ini muncul cacing. Sehingga hal ini memperkuat dugaannya bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Pendukung Teori Abiogenesis Pendukung lain teori Abiogenesis adalah Nedham, seorang ilmuwan dari Inggris pada tahun 1700. Nedham melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu. Setelah ditemukan mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek melihat adanya mikroorganisme animalculus di dalam air rendaman jerami. Temuan ini seolah-olah menguatkan teori Abiogenesis. Para pendukung teori Abiogenesis menyatakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari jerami yang membusuk. Akan tetapi, Leeuwenhoek menolak pernyataan itu dengan mengemukakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari udara. Runtuhnya Teori Abiogenesis Pada tahun 1668, ahli biologi dari Italia, Fransesco Redi membuktikan bahwa belatung tidak timbul di dalam makhluk yang sama. Namun, pembuktian itu diragukan kembali karena ditemukan bakteri dan mikroorganisme lain yang belum dapat diterangkan. Ahli biologi berkebangsaan Italia, Spallanzani, juga menyangsinkan kebenaran paham abiogeensis. Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna. Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu benda mati, tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba dari udara ke dalam air kaldu tersebut. Pendukung paham Abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimen Lazzaro Spallanzani tersebut. Menurut mereka untuk terbentuknya mikroba makhluk hidup dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tersebut terjadilah generation spontanea. Pada tertengahan abad 18, Louis Pasteur menolak teori abiogenesis dengan membuktikan bahwa bakteri tidak dapat berkembang di dalam benda yang disterilkan. Percobaan yang dilakukan Louis Pasteur ini sebenarnya penyempurnaan dari percobaan yang dilakukan oleh Spallanzani. Pasteur menggunakan tabung berleher seperti angsa dalam percobaannya Tabung berleher seperti angsa ini diisi dengan air kaldu. Fungsi dari tabung leher angsa ini adalah agar hubungan antara tabung dan udara luar masih ada, artinya masih terdapat oksigen. Tabung ini dipanaskan untuk men-sterilkan air kaldu dari mikroorganisme. Setelah dipanaskan, tabung kemudian didinginkan dan disimpan. Setelah beberapa hari, ternyata air kaldu dalam tabung leher angsa tetapjernih, namun di bagian lehernya banyak terdapat debu dan partikel-partikel, sedangkan di tabung lainnya yang tidak berleher angsa, air kaldunya mengan-dung mikroorganisme. Berdasarkan hasil percobaannya, Louis Pasteur menyimpulkan bahwa mikroorganisme yang ada dalam air kaldu bukan berasal dari air kaldu itu sendiri, melainkan dari mikroorganisme yang ada di udara. Dengan hasil percobaan ini, maka Louis Pasteur dianggap berhasil menumbangkan teori abiogenesis. Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori Semua Soal ★ SMA Kelas 12 / Kuis Biologi 1 SMA Kelas 12Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie Van Leeuwenhoek pada akhir abad ke XIV ditafsirkan sebagai gejala….A. BiogenesisB. MetagenesisC. BiosintesisD. AntibiosisE. AbiogenesisPilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya TIK MP/MTs Kelas 9 › Lihat soalDibawah ini yang merupakan Sistem Operasi jaringan adalah ….A. Internet Explorer dan Mozilla FirefoxB. Ms. LAN Manager dan Internet ExplorerC. Ms. Windows NT Server dan Ms. LAN ManagerD. Novell Net Ware dan Mozilla Firefox Ujian Nasional Bahasa Inggris SD/MI 2013/2014 › Lihat soalI will go and I say…a. good morningb. good afternoonc. good byed. good night Materi Latihan Soal LainnyaTema 1 SD MI Kelas 1Ulangan Tematik SD Kelas 5IPS Tema 8 SD Kelas 4UAS Campuran K3 SD Kelas 4PTS Semester 1 Ganjil Bahasa Jawa SD Kelas 3Kuis 1 Tema 3 SD Kelas 4IPS Tema 4 SD Kelas 5PTS Penjaskes PJOK SMP Kelas 8Ulangan TIK 1 SMP Kelas 7PAS Prakarya SMA Kelas 11Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Soal Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 9 Evolusi ~ Pembaca Sekolahmuonline, kembali Sekolahmuonline sajikan contoh soal lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Kali ini Sekolahmuonline sajikan contoh soal pilihan ganda atau multiple choice dan essay atau uraian mata pelajaran Biologi Kelas 12. Lebih spesifik lagi, Sekolahmuonline sajikan Soal-soal Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 9 yang membahas tentang kelas XII Bab Evolusi terdiri dari dua kegiatan pembelajaran. Materi pokok yang dibahas dalam Bab Evolusi ini terdiri dari 1. Asal usul kehidupan’ a. Teori abiogenesis b. Teori Biogenesis c. Teori evolusi kimia d. Teori evolusi darwin dan Lamarck 2. Petunjuk dan mekanisme evolusiSilahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk berbagi kepada yang lainnya. Cukup dengan meng-klik tombol share sosial media yang Sekolahmuonline sediakan pada postingan ini. juga Rangkuman Biologi Kelas 12Rangkuman Biologi Kelas 12 Bab 3 Materi Genetik ~ Biologi Kelas 12 Bab 4 Pembelahan Sel ~ Biologi Kelas 12 Bab 5 Pewarisan Sifat Makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 6 Pola-pola Hereditas pada makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 7 Hereditas pada Manusia ~ Biologi Kelas 12 Bab 8 Mutasi pada Makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 9 Evolusi ~ juga Soal Biologi Kelas 12Soal Pilihan Ganda + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 1 Pertumbuhan dan Perkembangan ~ Pilihan Ganda dan Essay + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 2 Metabolisme ~ Pilihan Ganda dan Essay + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 3 Materi Genetik ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 5 Pewarisan Sifat Makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 6 Pola-pola Hereditas pada makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 7 Hereditas pada Manusia ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 8 Mutasi pada Makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 9 Evolusi ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas XII Bab 9 EvolusiA. Soal Pilihan Ganda Biologi Kelas 12 Bab 9 EvolusiJawablah soal-soal berikut ini dengan memilih huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar!1. Pernyataan ini yang merupakan definisi dari evolusi yaitu…. A. Evolusi adalah pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu jutaan tahun. B. Evolusi adalah proses adaptasi terhadap lingkungan C. Evolusi adalah variasi dalam keturunan D. Evolusi adalah perubahan perubahan organisme akibat suatu genetika dalam jangka waktu yang pendek. E. Evolusi adalah peroses seleksi alamJawaban APembahasanEvolusi adalah pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu jutaan tahun2. Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie Van Leeuwenhoek pada akhir abad ke XIV ditafsirkan sebagai gejala…. A. Biogenesis B. Metagenesis C. Biosintesis D. Antibiosis E. AbiogenesisJawaban EPembahasanAnAbiogenesis antonie van Leeuwenhoek, dengan pendapatnya bahwa mikroorganisme benda hidup berasal dari air benda mati. Percobaannya pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, ia melihat adanya mikroorganisme makhluk hidup sangat kecil dalam sampel air hujan dan air rendaman jerami3. Teori abiogenesis runtuh karena percobaan yang dilakukan oleh .... A. Aristoteles B. Alexander Oparin C. Harold Urey D. Anthonie van Leeuwenhoek E. Louis PasteurJawaban EPembahasanLeuis Pasteur Dari percobaan ini timbullah anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo Omne Ovum ex Vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk hidup4. Francesko Redi mengemukakan dari hasil penelitiannya bahwa mahluk hidup berasal dari.... A. Mahluk hidup B. Benda mati C. Zat kimia D. Ledakan materi angkasa E. Nenek moyangJawaban APembahasanpercobaannya tentang munculnya ulat yang dapat muncul dalam daging yang disimpan dalam stoples terbuka tetapi tidak muncul dalam stoples tertutup. Larva suatu kehidupan bukan berasal dari daging benda mati tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada daging5. Louis Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu leher angsa untuk mengetahui asal-usul kehidupan. Fungsi pipa leher angsa pada tabung tersebut adalah .... A. Mencegah hubungan dengan udara luar B. Membiarkan mikroorganisme dan udara keluar masuk C. Mencegah masuknya udara luar dan membiarkan mikrooerganisme masuk D. Menghalangi mIkroorganisme masuk dan membiarkan udara keluar masuk E. Menghambat pernapasan mikroorganisme dalam kaldu dengan udara luarJawaban CPembahasanKondisi tersebut memungkinkan zat hidup tetap dapat masuk, namun kondisi kaldu tetap jernih bening dan steril. Dari percobaan ini timbullah anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo Omne Ovum ex Vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk Soal Essay Biologi Kelas 12 Bab 9 EvolusiJawablah soal-soal berikut ini!1. Salah satu petunjuk evolusi adalah homologi organ tubuh. Jelaskan yang dimaksud dengan Homolog!JawabanOrgan homolog adalah organ-organ yang memiliki struktur asal sama, tetapi fungsinya, berbeda. Tangan manusia homolog dengan kaki depan kadal, sayap burung, sayap, kelelawar, maupun sirip lumba-lumba. Akan tetapi, tangan manusia tidak homolog, dengan sayap kupu-kupu karena keduanya tidak memiliki struktur asal yang sama. 2. Bagaimana teori Darwin dan Lamarck menjelaskan fenomena jerapah berleher panjang!JawabanMenurut teori Darwin, panjangnya leher jerapah merupakan salah satu contoh seleksi alam. Jerapah memiliki leher yang bervariasi, ada yang panjang dan ada yang pendek. Jerapah berleher panjang mampu meraih daun-daun yang ada di pucuk pohon sebagai makanannnya, sedangkan jerapah berleher pendek tidak. Akibatnya, jerapah berleher pendek tidak mampu bertahan hidup dan jumlahnya terus berkurang sehingga yang tersisa adalah jerapah berleher panjang. Menurut teori Lamarck, dahulu semua jerapah berleher pendek. Namun, akibat tertarik selama bertahun-tahun untuk meraih daun-daun di pucuk pohon, leher jerapah menjadi panjang. Selanjutnya, leher panjang itu diwariskan kepada keturunannya3. Sebutkan akibat dari terjadinya seleksi alam!JawabanOrganisme yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru akan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru akan mati atau pindah ke daerah lain yang tidak mengalami perubahan Sebutkan kelemahan teori evolusi Darwin menurut August Weismann! JawabanWeismann berpendapat bahwa sifat leher panjang dan leher pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan, sedangkan gen untuk leher pendek bersifat resesif. Oleh karena itu, jerapah berleher panjang merupakan keturunan yang bersifat homozigot dominan atau heterozigot. Sebaliknya, jerapah berleher pendek merupakan keturunan yang bersifat homozigot resesif. Jerapah berleher pendek yang homozigot resesit tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga akhirnya punah. Weismann berpendapat bahwa evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik. Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan Contoh Soal Pilihan Ganda atau Multiple Choice dan soal Essay atau Uraian mata pelajaran Biologi kelas 12 Bab 9 yang membahas tentang Evolusi lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Semoga bermanfaat. Silahkan baca-baca postingan Sekolahmuonline yang Rangkuman Biologi Kelas 12Rangkuman Biologi Kelas 12 Bab 3 Materi Genetik ~ Biologi Kelas 12 Bab 4 Pembelahan Sel ~ Biologi Kelas 12 Bab 5 Pewarisan Sifat Makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 6 Pola-pola Hereditas pada makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 7 Hereditas pada Manusia ~ Biologi Kelas 12 Bab 8 Mutasi pada Makhluk Hidup ~ Biologi Kelas 12 Bab 9 Evolusi ~ Soal Biologi Kelas 12Soal Pilihan Ganda + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 1 Pertumbuhan dan Perkembangan ~ Pilihan Ganda dan Essay + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 2 Metabolisme ~ Pilihan Ganda dan Essay + Jawabannya Biologi Kelas 12 Bab 3 Materi Genetik ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 5 Pewarisan Sifat Makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 6 Pola-pola Hereditas pada makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 7 Hereditas pada Manusia ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 8 Mutasi pada Makhluk Hidup ~ Pilihan Ganda dan Essay Biologi Kelas 12 Bab 9 Evolusi ~ Abstract Adv pernah merupakan produk pangan perigi nabati yang relatif banyak dikonsumsi publik. Namun, periode simpan tahu yang relatif sumir menjadi permasalahan tersendiri privat proses pengolahannya, sehingga luang rentan untuk disalahgunakan dalam proses pengawetannya dengan menggunakan formalin dan boraks. Dewasa ini, berkembang bineka bahan organik sebagai bahan pengawet jenggala selain pengawet kimia. Salah satu contohnya adalah air rendaman abu jerami alias dikenal dengan air ki yang diperoleh dari proses perendaman abuk hasil bakaran jenazah jerami, dan diharapkan boleh menjadi target pengawet alternatif pada adv pernah. Penggunaan pengawet dalam pangan harus tepat, baik jenis maupun dosisnya. Penelitian ini dirumuskan berdasarkan potensi sumber ki akal alam berpunca limbah hasil perkebunan riil merang yang layak dikembangkan sebagai bahan pengawet alternatif alami yang diaplikasikan pada rimba khususnya luang serta menentukan konsentrasi air bab terbaik umpama media penyimpanan tahu. Fasad luang sangat erat kaitannya dengan aktivitas kuman. Pada suhu kamar, kerusakan tahu dimulai plong jam ke-12. Penelitian ini menunggangi air ki dengan heksa- konsentrasi berbeda merupakan 0% yuridiksi, 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6% yang didapat bersumber pencampuran abu jerami ditambahkan dengan 100 ml akuades. Pengujian organoleptik dilakukan menggunakan uji hedonik yang menggunakan 15 cucu adam panelis tidak terlatih dengan menggunakan parameter rasa, warna, tekstur, aroma bau, dan kredit biasanya keseluruhan pada dagangan luang dengan konsentrasi nan berlainan. Sehingga, penerimaan panelis terhadap komoditas dapat diketahui dan formula penggunaan air borek terbaik dapat diketahui. Uji hedonik menggunakan penilaian dilakukan dengan 7 skala numerik. PDF Bahasa Indonesia Copyright c 2022 Prosiding Seminar Nasional Biologi This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options Creative Commons Attribution CC BY Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit cite to the article or content, provide a link to the license, and indicate if changes were made. The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Biogenesis Buku harian Ilmiah Biologi as publisher of the journal. ArticlePDF AvailableAbstractdilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka positif Covid-19 akibat dari dampak kenaikan kasus yang sangat tinggi di Indonesia menuntut masyarakat agar membatasi kegiatan diluar rumah. Adanya pembatasan kegiatan masyarakat diluar rumah membuat masyarakat harus menyimpan dan mengolah makanan dengan benar dan mengurangi frekuensi belanja ke pasar atau keluar rumah sekadar untuk membeli makanan. Pengawetan makanan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan daya simpan suatu makanan. Ada banyak cara yang digunakan untuk mengawetkan makanan baik secara alami atau dengan menggunakan bahan kimia. Salah satu contohnya adalah pengawetan menggunakan air rendaman abu jerami atau lebih dikenal dengan air ki. Tujuan dari artikel ini adalah menganalisis efektifitas penggunaan air rendaman abu jerami sebagai pengawet alternatif dan sebagai pengawet alami pada makanan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji dan melakukan analisis berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh bahwa penambahan konsentrasi air rendaman abu jerami kedalam bahan makanan terbukti menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan efektif untuk mengawetkan makanan dengan memperpanjang daya simpan makanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penelitian yang lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan air rendaman abu jerami terhadap daya simpan suatu bahan makanan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 1 Vol. 4, No. 1, Juni 2021, pp. 1-12 jfc Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami Untuk Bahan Makanan Siti Umairaa,1,*, Agil Dhiemitra Aulia Dewib,2, Astari Puruhita Ansokowatib,3 a, b Program Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Asyiyah Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat DIY 55592, Indonesia 1 2 agildhiemitra 3 astaripuruhita * penulis korespondensi ABSTRACT The implementation of the new rule, the Enforcement of Restrictions on Community Activities PPKM is carried out by the government to suppress the positive cases of Covid-19 due to the impact of a very high increase in cases in Indonesia demanding that people limit activities outside the home. Restrictions on community activities outside the home make people have to store and process food properly and reduce the shopping frequency to the market or out of the house just to buy food. Food preservation is one of the techniques used to increase the shelf life of a food. There are many ways used to preserve food either naturally or by using chemicals. One example is the preservation using straw ash soaking water or better known as ki water. The purpose of this article is to analyze the effectiveness of the use of straw ash soaking water as an alternative preservative and as a natural preservative in food. This research uses the library study method by reviewing and analyzing various literature related to this research. Based on the analysis of data obtained that the addition of the concentration of straw ash soaking water into foodstuffs proved to inhibit the growth of microorganisms and effective to preserve food by extending the shelf life of food. This research is expected to be the basis for further research on the effect of adding straw ash soaking water to the shelf life of a foodstuff. Keywords foodstuffs, natural preservatives, water soaking straw ash ABSTRAK Penerapan aturan baru yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka positif Covid-19 akibat dari dampak kenaikan kasus yang sangat tinggi di Indonesia menuntut masyarakat agar membatasi kegiatan diluar rumah. Adanya pembatasan kegiatan masyarakat diluar rumah membuat masyarakat harus menyimpan dan mengolah makanan dengan benar dan mengurangi frekuensi belanja ke pasar atau keluar rumah sekadar untuk membeli makanan. Pengawetan makanan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan daya simpan suatu makanan. Ada banyak cara yang digunakan untuk mengawetkan makanan baik secara alami atau dengan menggunakan bahan kimia. Salah satu contohnya adalah pengawetan menggunakan air rendaman abu jerami atau lebih dikenal dengan air ki. Tujuan dari artikel ini adalah menganalisis efektifitas penggunaan air rendaman abu jerami sebagai pengawet alternatif dan sebagai pengawet alami pada makanan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji dan melakukan analisis berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh bahwa penambahan konsentrasi air rendaman abu jerami kedalam bahan makanan terbukti menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan efektif untuk mengawetkan makanan dengan memperpanjang daya simpan makanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penelitian yang lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan air rendaman abu jerami terhadap daya simpan suatu bahan makanan. Kata Kunci air rendaman abu jerami, bahan makanan, bahan pengawet alami. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 2 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … 1. Pendahuluan Coronaviruses CoV atau dikenal dengan Covid-19 merupakan virus corona baru yang ditemukan pertama kali di kota Wuhan dan World Health Organization WHO telah menetapkan Corona Virus Disease 2019 COVID-19 sebagai pandemi global pada Rabu, 11 Maret 2020 Gugus Tugas Covid-19, 2020. Pada tanggal 26 januari 2021 kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi orang dan lonjakan kasus ini membuat total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi orang dan merupakan rekor penambahan kasus yang cukup memprihatinkan Satgas COVID-19, 2021. Lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan pemerintah memberlakukan Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sesuai dengan aturan Instruksi Mendagri No. 01 Tahun 2021 untuk mengendalikan kasus penyebaran Covid-19. Dampak dari kegiatan PPKM ini membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah mulai dari work form home, berkomunikasi dan belajar secara online sehingga membuat kita perlu menyetok bahan makanan dan mengetahui cara menyimpan serta mengelola makanan selama masa pandemi ini dan mengurangi pemborosan makanan. Berdasarkan mudahnya terjadi kerusakan maka makanan dapat dikategorikan menjadi 3 golongan, yaitu makanan tidak mudah rusak non perishable foods, makanan yang agak mudah rusak semi perishable foods dan makanan yang mudah rusak perishable foods Muntikah and Razak, 2017. Kerusakan bahan pangan dalan dilihat dari perubahan fisik meliputi sifat organoleptic seperti warna, bau, tesktur atau bentuk dan perubahan kimiawi meliputi komponen penyusunnya seperti kadar air, karbohidrat, protein, atau lemak sehingga pengelolaan dan penyimpanan makanan menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan mutu bahan makanan. Secara umum penyebab kerusakan pada mie basah dan tahu adalah mengandung kadar air yang tinggi. Kandungan air pada tahu sekitar 86% Cholifah, Hendrarini and Amri, 2017 sedangkan pada mie basah 52% sehingga daya tahan simpannya relative singkat Astawan, 2006. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal metabolisme maupun masuknya mikroba perusak. Pengawetan makanan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan daya simpan suatu makanan. Tujuan dilakukannya pengawetan yang paling penting yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan sehingga dapat memperpanjang daya simpan suatu makanan serta mempertahankan mutunya, dan mempermudah proses penanganan, penyimpanan dan pengangkutan Muntikah and Razak, 2017. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengawetkan makanan baik dengan metode alami seperti pengasapan atau secara modern seperti penggunaan bahan kimia atau pengalengan. Namun tidak sedikit juga masik banyak oknum pedagang yang menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan makanan. Seperti tinjauan lapangan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan kota Yogyakarta pada tahun 2019 di Pasar Argosari Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ditemukan ada 3 jenis makanan yang mengandung positif formalin yaitu ikan teri, teri nasi dan cumi keri Ayoyogya, 2019. Selain itu data dari uji formalin terhadap sampel tahu pada tahun 2015 menunjukkan bahwa dari 768 sampel produk tahu yang diambil secara acak dari beberapa kota di Indonesia terdapat Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 3 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … sekitar 123 produk tahu yang mengandung formalin atau boraks Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Fenomena penggunaan formalin pada makanan ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahan pengawet yang telah diizinkan oleh pemerintah. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 di kota Semarang menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara pengetahuan pedagang mengenai penggunaan formalin dalam makanan Aziza, Rahfiludin and Pangestuti, 2017. Air rendaman abu jerami atau lebih dikenal dengan air ki adalah air saringan hasil endapan abu jerami yang sudah melalui proses pembakaran dan perendaman selama beberapa hari. Air rendaman abu jerami merupakan produk pengembangan bahan pengawet alami yang dapat mengawetkan pangan hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Yuliana, Widyastuti dan Werdiningsih 2018 bahwa rendaman air abu jerami dapat meningkatkan daya simpan pada mie basah selama 30 jam yang terbuat dari tepung mocaf dengan penambahan konsentrasi air rendaman abu jerami sekitar 5% Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Penggunaan bahan pengawet sintetis dan berbahaya yang berlebihan harus diimbangi dengan upaya pengembangan bahan pengawet alami yang aman dengan metode menghambat pertumbuhan bakteri. Tahu yang telah direndam dengan air ki konsentrasi 50% terbukti dapat menghambat adanya pertumbuhan mikroba dan bakteri Penelitian lain mengatakan bahwa konsentrasi pektin yang terdapat didalam jerami sekitar gram terbukti mampu mengawetkan buah strawberi selama 28 hari Fajar, Maulana and Dasuki, 2015. Selain itu penelitian menggunakan sampel mie tiaw menunjukkan konstrasi air kki yang paling tepat sebagai bahan pengawet alami adalah konsentrasi 2,5% Yulia, 2017. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan air ki sebagai bahan pengawet karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Fokus utama dalam literatur review ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari penambahan air ki pada berbagai bahan makanan sebagai bahan pengawet alami sehingga dapat dikembangkan menjadi bahan pengawet alami yang tidak membahayakan kesehatan manusia. 2. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan literature review dengan melakukan pengkajian dan menganalisis mengenai hasil penelitian yang terkait dengan potensi penambahan air rendaman abu jerami untuk meningkatkan daya simpan bahan makanan melalui pencarian literature yang berkaitan dengan menggunakan database dari berbagai referensi, seperti jurnal penelitian, dan data-data yang berkaitan dengan potensi air rendaman abu jerami sebagai bahan pengawet alternatif. Tahap awal adalah pencarian artikel jurnal dan ditemukan 24 artikel yang berkaitan. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 7 artikel yang Dianggap relevan dan dari jumlah tersebut 6 artikel yang memiliki kriteria penuh. Kriteria inklusi artikel adalah publikasi dari tahun 2010-2020, full paper, artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, dengan kata kunci Air Rendaman Abu Jerami, Air Ki’, dan Bahan Pengawet Alami’. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 4 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … 3. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil kajian terhadap penggunaan bahan pengawet alternatif dan alami melalui penambahan konsentrasi air rendaman abu jerami untuk memperpanjang daya simpan bahan makanan, maka didapatkan bahwa penambahan air rendaman abu jerami terbukti dapat memperpanjang daya simpan bahan makanan. Jerami yang digunakan untuk pembuatan air ki atau air rendaman abu jerami mengandung sekitar 32% selulosa, 24% hemiselulosa dan mengandung lignin. Tangkai dan batang dari jerami yang keras mengandung lignin, sehingga dapat memberikan struktur keras pada padi. Kandungan lignin yang terdapat didalam jerami dapat mengalami proses pirolisis melalui proses pemanasan dan menghasilkan senyawa antimikroba sehingga dapat berperan dalam meningkatkan daya simpan bahan makanan Yulia, 2017. Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Warna Bahan Makanan Warna merupakan suatu sifat fisik yang terdapat pada makanan. Mutu pangan terdiri dari beberapa aspek yaitu aspek gizi kalori, protein, lemak, mineral, vitamin, dan lain-lain, aspek selera indrawi, rasa, menarik, segar, aspek bisnis standar mutu, kriteria mutu serta aspek kesehatan jasmani dan rohani Christine F. M., 2016. Warna pada bahan makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aktifitas enzim, pigmen yang terkandung dalam bahan makanan, proses pengolahan, asam-asam organik, dan penambahan zat pewarna buatan Christine F. M., 2016. Penelitian mengenai penambahan air rendaman abu jerami atau air ki kedalam bahan makanan dan pengaruhnya terhadap warna bahan makanan disajikan dalam Tabel Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulandari 2020 Ditemukan efek yang nyata pada warna tahu dengan penambahan air ki dengan berbagai variasi. Konsentrasi yang paling efektif untuk dijadikan sebagai bahan pengawet alami pada tahu adalah penambahan konsentrasi air ki 5%, karena pada hari keempat perendaman warna tahu berubah menjadi putih kekuningan sementara konsentrasi 2%, 3%, 4%, dan 6% sudah berubah menjadi putih kecoklatan. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Wahidin 2019 penambahan konsentrasi air ki semakin tinggi dapat menyebabkan perubahan warna pada tahu sehingga diperlukan konsentrasi yang tepat agar tidak mempengaruhi warna dan kualitas pada tahu. Hasil penelitian pada penambahan air ki pada mie basah juga memiliki efek yang positif terhadap warna mie basah. Penambahan air ki dan sari kunyit pada mie basah menghasilkan warna kuning kemerahan, akibat penambahan sari kunyit ini warna mie basah yang dihasilkan adalah warna kuning kemerahan yang disebabkan oleh pigmen alami didalam kunyit yaitu kurkuminoid Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Pengujian yang dilakukan dengan melibatkan panelis untuk menilai warna pada mie basah yang diamati menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai warna mie basah dengan penambahan konsentrasi air ki 5% dan sari kunyit 1% Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 5 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … Tabel Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Warna Pemberian air ki konsentrasi 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 4 hari Hasil analisis didapatkan bahwa penambahan air ki berpengaruh terhadap warna tahu. Konsentrasi 5% larutan yang efisien dalam pengawetan tahu Wulandari, Azizah and Choiruddin, 2020. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 40% dan 50% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 3 hari Hasil analisis didapatkan semakin tinggi konsentrasi air ki yang ditambahkan dapat menyebabkan perubahan warna pada tahu Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Pemberian ekstrak abu jerami konsentrasi 3%, 5% dan 7% serta penambahan sari kunyit 1% dan 1,5% dan uji hedonik Hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi air ki 5% dan air kunyit 1% warnanya lebih disukai oleh panelis Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Pemberian air ki konsentrasi 5% dan sari kunyit 4% dan uji hedonik Hasil analisis didapatkan bahwa terjadi perubahan warna pada mie basah dengan penambahan air ki dan sari kunyit. Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 0,5%, dan 1% dan kelompok lama penyimpanan terdiri dari 0 hari, 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil analisis didapatkan bahwa terjadi perubahan warna dan warna cumi-cumi asap yang dihasilkan adalah kekuningan dan sedikit cemerlang. Dahlia and Pulungan, 2011. Tabel 3 menunjukkan sampel snack cumi-cumi asap dengan penambahan air ki yang terdiri dari tiga konsentrasi yaitu 0%, 0,5% dan 1% didapatkan nilai rupa warna pada konsentrasi 1% terendah dan konsentrasi 0% adalah yang tertinggi. Sehingga penambahan air ki pada snack cumi-cumi asap memiliki efek yang nyata terhadap warna pada sampel. 3. 2 Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Rasa Bahan Makanan Parameter rasa menjadi salah satu aspek penting yang harus diamati, sehingga bahan makanan yang dihasilkan memiliki rasa yang normal, tidak basi, tidak tejadi penurunan mutu dan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Secara subyektif, citarasa dapat juga diamati dengan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 6 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … penambahan beberapa konsentrasi air rendaman abu jerami kedalam bahan makanan diperoleh data yang disajikan pada Tabel Tabel Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Rasa Pemberian air ki konsentrasi 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 4 hari dan uji hedonik Hasil analisis didapatkan bahwa penelis lebih menyukai rasa tahu dengan konsentrasi 5%. Wulandari, Azizah and Choiruddin, 2020. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 40% dan 50% pada tahu dan uji organoleptik dilakukan oleh 40 panelis Hasil analisis didapatkan bahwa panelis lebih menyukai rasa tahu dengan konsentrasi air ki 50%. Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Pemberian ekstrak abu jerami konsentrasi 3%, 5% dan 7% serta penambahan sari kunyit 1% dan 1,5% dan uji DMRT Hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi air ki 5% dan air kunyit 1% berpeluang diterima oleh konsumen. Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Pemberian air ki konsentrasi 5% dan sari kunyit 4% dan uji organoleptic rasa secara hedonik dan skoring Hasil analisis didapatkan bahwa terjadi penurunan rasa pada mie basah selama penyimpanan Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 0,5%, dan 1% dan kelompok lama penyimpanan terdiri dari 0 hari, 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil analisis didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi abu merang semakin menurun rasa snack cumi-cumi asap Dahlia and Pulungan, 2011. Secara keseluruhan penambahan air rendaman abu jerami terhadap bahan makanan berkorelasi positif terhadap rasa pada sampel tahu dan mie basah dengan uji DMRT. Penelitian yang dilakukan oleh Wulandari 2020 pada sampel tahu ditemukan bahwa sampel tahu yang paling disukai oleh panelis adalah tahu dengan konsentrasi air ki 5%. Dan pada mie basah yang dilakukan penelitian oleh Serie 2014 mie basah yang berpeluang paling besar untuk disukai oleh konsumen pasar adalah mie basah dengan konsentrasi air ki 5% dan sari kunyit 1%. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 7 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … 3. 3 Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Aroma Bahan Makanan Aroma adalah bau yang ditangkap oleh indera penciuman dari suatu bahan makanan. Aroma pada bahan makanan tentu menjadi daya tarik bahan makanan tersebut sehingga memainkan peran yang cukup penting dalam sebuah industri makanan Tarwendah, 2017. Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada Tabel 3 yang melibatkan beberapa panelis pada sampel mie basah didapatkan bahwa Penambahan air ki memiliki efek yang nyata pada aroma mie basah, hal ini terbukti bahwa mie basah dengan perlakuan menghasilkan aroma yang berbeda dengan mie basah tanpa perlakuan Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Hal ini berbeda dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Yuliana 2018 bahwa semakin lama penyimpanan pada mie basah dengan perlakuan membuat penurunan pada aroma mie basah. Sedangkan pada sampel tahu dengan penambahan air ki selama perendaman didapatkan bahwa pada konsentrasi 5% dari 100 ml aquadest pada hari pertama perendaman bau yang dihasilkan masih dikategorikan normal Wulandari, Azizah and Choiruddin, 2020. Tabel Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Aroma Pemberian air ki konsentrasi 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 4 hari Hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi 5% lebih efektif. Wulandari, Azizah and Choiruddin, 2020. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 40% dan 50% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 3 hari Hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi 40% lebih efektif. Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Pemberian ekstrak abu jerami konsentrasi 3%, 5% dan 7% serta penambahan sari kunyit 1% dan 1,5% dan uji DMRT Hasil analisis didapatkan bahwa penambahan air ki memiliki efek yang positif terhadap bau mie basah. Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Pemberian air ki konsentrasi 5% dan sari kunyit 4% dan uji organoleptik rasa secara skoring dan hedonik Hasil analisis didapatkan bahwa semakin lama penyimpanan menyebabkan penurunan aroma mie basah. Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 0,5%, dan 1% dan kelompok lama penyimpanan terdiri dari 0 hari, 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Rata-rata nilai bau dapat dikategorikan sebagai kurang harum dan tanpa bau mengganggu. Dahlia and Pulungan, 2011. Sedangkan pada sampel snack cumi-cumi asap penambahan air ki pada sampel yang terlalu tinggi juga akan mempengaruhi aroma atau bau pada snack cumi-cumi asap. Dan Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 8 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … hasil menunjukkan bahwa aroma rata-rata pada snack cumi-cumi asap yaitu kurang harum sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan air ki memiliki efek yang nyata terhadap bau snack cumi-cumi asap. Dahlia and Pulungan, 2011. Pengaruh Penambahan Air Rendaman Abu Jerami Terhadap Tekstur Bahan Makanan Atribut sensori yang selanjutnya diperhatikan adalah tekstur. Tekstur mencangkup dari kekentalan atau viskositas suatu bahan makanan merupakan suatu respon dari tactile sense terhadap bentuk rangsangan fisik ketika melakukan kontak dengan rongga mulut terhadap suatu makanan Tarwendah, 2017. Pengamatan dari segi tekstur bahan makanan yang sudah diberi perlakuan penambahan konsentrasi air ki disajikan pada Tabel Berdasarkan hasil data pada Tabel dapat diintreprestasikan bahwa tekstur tahu dengan Penambahan air ki 5% tidak Berkorelasi positif dengan tekstur tahu karena tahu yang dihasilkan selama perendaman lunak dengan bau yang asam. Sehingga penambahan air ki dapat mempengaruhi tekstur tahu. Sementara penambahan air ki sekitar 50% memberikan efek yang positif pada tekstur tahu karena selama 3 hari perendaman tekstur tahu yang dihasilkan normal. Tabel Pengaruh Penambahan Air Ki Terhadap Tekstur Pemberian air ki konsentrasi 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 4 hari Hasil analisis didapatkan bahwa tidak memiliki efek yang positif terhadap tekstur tahu. Wulandari, Azizah and Choiruddin, 2020. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 40% dan 50% pada tahu dan dilakukan perendaman selama 3 hari Hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi 50% lebih efektif. Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Pemberian ekstrak abu jerami konsentrasi 3%, 5% dan 7% serta penambahan sari kunyit 1% dan 1,5% dan uji DMRT Hasil analisis didapatkan bahwa memiliki efek yang positif terhadap kekenyalan mie basah. Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Pemberian air ki konsentrasi 0%, 0,5%, dan 1% dan kelompok lama penyimpanan terdiri dari 0 hari, 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil analisis didapatkan bahwa penambahan air ki memiliki efek yang positif terhadap tekstur. Dahlia and Pulungan, 2011. Sedangkan secara keseluruhan pada sampel mie basah dan snack cumi-cumi asap dengan penambahan air ki mempengaruhi tekstur pada sampel. Mie basah dengan konsentrasi air ki 5% dan sari kunyit 1% adalah yang paling efektif dan berpeluang paling diterima oleh konsumen karena secara keseluruhan hasil nilai rata-rata mie dengan Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 9 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … konsentrasi air ki 5% dan sari kunyit 1% adalah yang tertinggi dan disukai oleh panelis Serie, Nur’aini and R. Hidaiyanti, 2014. Pada sampel snack cumi-cumi asap dengan penambahan air ki didapatkan bahwa rata-rata tekstur pada snack cumi-cumi asap meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi air ki yang tinggi Dahlia and Pulungan, 2011. Pengaruh Penambahan Air Rendaman Abu Jerami Terhadap Kandungan Mikroba Efektivitas penambahan variasi konsentrasi air ki kedalam tahu untuk melihat konsentrasi mana yang lebih tepat untuk digunakan sebagai bahan pengawet alami, Didapatkan bahwa hasil penelitian yang menujukkan konsentrasi air ki 5% dan 50% terbukti efektif dijadikan sebagai bahan pengawet alami untuk tahu sehingga dapat meningkatkan daya simpan tahu. Sehingga disarankan untuk menggunakan campuran air ki dengan konsentrasi 5% atau 50% untuk mengawetkan tahu. Namun perlu juga melihat dari segi rasa, tekstur, aroma,perubahan warna pada tahu dan cemaran mikrobanya sehingga dapat menggunakan konsentrasi yang sesuai dengan efektifitasnya. Pada Tabel disajikan hasil uji mikroba pada tahu yang sudah direndam dengan air ki, menunjukkan bahwa tahu dengan konsentrasi air ki 50% memiliki efek yang positif untuk dijadikan sebagai pengawet pada tahu karena dapat menghambat adanya pertumbuhan mikroba dan bakteri Tahu dengan penambahan konsentrasi air ki 5% belum dilakukan uji mikroba sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut lagi mengenai hasil uji mikroba pada tahu dengan konsentrasi air ki 5%. Tabel Hasil Uji Mikrobiologi TPC dan pada Tahu Wahidin, As'ad, Laksmisari, and Ramadhani, 2019. Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 10 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … Hal ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan pada sampel mie tiaw didapatkan bahwa penambahan konsentrasi air ki sekitar 2,5% terbukti efektif dapat mengawetkan mie tiaw ditunjukkan dengan uji angka kuman yang disajikan pada Tabel Didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi air ki angka kuman pada mie tiaw semakin kecil yang artinya semakin tinggi daya simpannya Yulia, 2017. Tabel Hasil Penelitian Angka Kuman Pada Mie Tiaw Angka Kuman x 106 kol/gram Sehingga pengawetan menggunakan air rendaman abu jerami merupakan cara tradisional dengan memanfaatkan rempah-rempah atau tanaman yang memiliki kandungan antimikroba, jerami sendiri memiliki kandungan lignin sehingga adanya kandungan ini dapat berperan untuk menghambat terjadinya kerusakan pada bahan makanan akibat tumbuhnya mikroorganisme Wijaya, Mulyono and Afandi, 2012. Selain itu adanya kandungan antimikroba lain seperti kandungan kalium natrium yang berperan sebagai zat antimikroba yang dapat menghambat adanya pembusukan juga berperan sebagai bahan pengawet Desrosier, 2008. Tabel Hasil Pengamatan Total Kapang Mie Basah Selama Penyimpanan Suhu Ruang Penambahan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan bawang putih juga dapat dikenal sebagai pengawetan tradisional oleh kalangan masyarakat Indonesia. Penambahan air ki dan sari kunyi pada mie basah yang terbuat dari tepung mocaf terbukti dapat meningkatkan daya simpan mie basah dalam waktu sekitar 30 jam Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Hal ini juga sejalan dengan penelitian penambahan air ki dan sari kunyit kedalam mie basah yang mampu menahan pertumbuhan kapang karena jumlah kapang selama penyimpanan 0-36 jam tidak melewati batas SNI yang ditunjukkan dari Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 11 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … hasil total kapang yang rendah yaitu < × 102 CFU/gram yang disajikan pada Tabel Yuliana, Widyastuti and Werdiningsih, 2018. Adanya penambahan sari kunyit yang mengandung senyawa kurkumin yaitu senyawa antimikroba sehingga dapat dijadikan juga dijadikan sebagai bahan pengawet alami. Proses pengasapan dan penambahan air ki pada snack cumi-cumi asap juga dapat meningkatkan daya simpan makanan tersebut. Selama proses pengasapan akan terbentuk senyawa fenol yaitu suatu senyawa antimikroba yang dapat menghambat dan membunuh mikroorganisme sehingga meningkatkan daya simpan. Selain itu proses pengasapan juga mengurangi kadar air pada snack cumi-cumi asap. Jika suatu bahan makanan memiliki kandungan air yang tinggi akan mempengaruhi perubahan kimia sehingga menentukan kandungan mikroba pada suatu produk pangan Herawati, 2008. 4. Kesimpulan Berdasarkan hasil literature review ini diketahui bahwa penambahan air ki pada tahu, mie basah dan cumi-cumi asap terbukti dapat dijadikan sebagai bahan pengawet alternatif pada bahan makanan karena dapat meningkatkan daya tahan makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri karena kandungan lignin dan kalium natrium yang terdapat didalam jerami. Masih kurangnya penelitian lebih lanjut mengenai penambahan air rendaman abu jerami sebagai bahan pengawet pada bahan makanan, sehingga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk dilakukannya penelitian yang lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan air rendaman abu jerami terhadap daya simpan suatu bahan makanan juga pengaruh terhadap kandungan gizi bahan makanan tersebut. 5. Ucapan Terima Kasih Dalam penulisan penelitian ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Agil Dhiemitra Aulia Dewi, dan ibu Astari Puruhita Ansokowati, MPH. sebagai dosen pembimbing yang telah membantu memberikan masukan dan dukungan dalam penulisan artikel penelitian ini. Ucapan terima kasih juga saya ucapkan kepada orang tua saya atas doa dan dukungannya sehingga dapat menyelesaikan penulisan artikel penelitian ini dengan lancar dan tepat waktu. Pustaka Astawan, M. 2006 Membuat Mie dan Bihun. Jakarta Penebar Swadaya. Ayoyogya 2019 BPOM DIY Ada 3 Jenis Makanan Berformalin di Pasar Argosari. Available at Aziza, M. U., Rahfiludin, M. zen and Pangestuti, D. R. 2017 Perbedaan Kadar Formalin Pada Tahu Putih Di Tingkat Produsen Dan Pedagang Kota Semarang Tahun 2016’, 5. Available at Cholifah, N., Hendrarini, L. and Amri, C. 2017 Pemanfaatan Bawang Putih dan Daun Journal of Food and Culinary e-ISSN 2621-8445 p-ISSN 2621-8437 12 Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12 Siti Umaira, dkk Potensi Penambahan Aerami Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alami … Pandan sebagai Pengawet Alami Tahu Ditinjau dari Masa Simpan dan Tingkat Kesukaan’, Sanitasi Jurnal Kesehatan Lingkungan, 91, p. 10. doi Christine F. M. 2016 Pengawasan Mutu Dan Keamanan Pangan, Journal of Physics A Mathematical and Theoretical. UNSRAT PRESS Manado. doi Dahlia and Pulungan, A. R. 2011 Penggunaan Abu Merang Padi Oryza Sativa Untuk Pengolahan Snack Cumi-Cumi Loligo sp Asap Yang Disimpan Secara Vakum’, 1, pp. 12–20. Desrosier, N. W. 2008 Teknologi Pengawetan Pangan’. UI Press. Fajar, M., Maulana, I. T. and Dasuki, U. A. 2015 Isolasi Pektin dari Jerami Padi Oryza Sativa L. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Edible Film untuk Pelapisan Buah’, Prosiding Penelitian SpeSIA Unisba, pp. 199–204. Gugus Tugas Covid-19 2020 Protokol Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Corona Virus Disease 2019. Available at Percepatan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease Herawati, H. 2008 Penentuan umur simpan pada produk pangan’, Jurnal Litbang Pertanian, 274, pp. 124–130. Muntikah and Razak, M. 2017 Ilmu Teknologi Pangan, Kementerian Kesehatan RI. Indonesia. Satgas COVID-19 2021 Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah’, 26 Januari 2021. Available at Serie, E. T., Nur’aini, H. and R. Hidaiyanti 2014 Pengaruh Penambahan Ekstrak Abu Jerami Dan Ekstrak Kunyit Terhadap Elastisitas Dan Mutu Organoleptik Mie Basah’, Agritepa, I1, pp. 52–62. Tarwendah, I. P. 2017 Studi Komparasi Atribut Sensoris Dan Kesadaran Merek Produk Pangan’, Jurnal Pangan dan Agroindustri, 52, pp. 66–73. Wahidin, S. et al. 2013 Aplikasi Pemanfaatan Air KI Air Rendaman Abu Jerami Sebagai Pengawet Alternatif Pada Tahu, Laporan Akhir Program Kreatifitas Mahasiswa. Wijaya, C. H., Mulyono, N. and Afandi, F. A. 2012 Bahan Tambahan Pangan Pengawet, IPB Press, Bogor. Wulandari, M. K., Azizah, S. R. and Choiruddin, A. 2020 Potensi “ A erami ” Air Rendaman Jerami Sebagai Alternatif Bahan Pengawet Alami Dalam Dunia Industri Tahu di Era Covid-19’, September, pp. 436–440. Yulia, Y. 2017 Efektivitas Pemanfaatan Sampah Merang Padi Oryza sativa} Sebagai Pengawet Mie Tiaw Basah’, Jurnal Vokasi Kesehatan, 32, p. 103. doi Yuliana, H., Widyastuti, S. and Werdiningsih, W. 2018 Perubahan Mutu Mikrobiologi, Kimia, Fisik Dan Organoleptik Mie Basah Tersubstitusi Mocaf Dengan Penambahan Air Ki Dan Sari Kunyit Selama Penyimpanan’, pp. 1–19. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this YuliaEffectiveness Of Rice Straw Waste As Wet Tiaw Noodle Preservative. One of common food in community of West Kalimantan is wet noodles. Wet noodles moisture content can reach 52% so that the endurance or durability is quite short. This research was aimed to analyze the effectiveness of the concentration of ki water as a natural preservative in wet tiaw noodles by looking at the number of bacteria. This research is an experiment with a completely randomized design CRD for homogeneous study group. Sampling was done by purposive sampling 30 samples with concentration 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 % and 2,5 %. The data were analyzed by using one way ANOVA and benferony to identify the most effective concentration. Results of statistical analysis showed no difference in the number of germs on wet noodles that do not use and use ki water for wet tiaw noodles with p value of But there are also results of statistical tests showed no difference in the number of germs in ki water concentration and 1%, and 2% and 2% and The most effective of ki water concentration was Efektivitas Pemanfaatan Sampah Merang Padi Sebagai Pengawet Mie Tiaw Basah. Salah satu produk pangan yang umum di kalangan masyarakat Kalimantan Barat adalah mie tiaw. Kadar air mie tiaw dapat mencapai 52% sehingga daya tahan cukup singkat. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas konsentrasi air ki sebagai pengawet alami pada mie tiaw basah dengan melihat angka kuman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap RAL karena kelompok penelitian homogen. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel 30 sampel dengan konsentrasi air ki 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 % dan 2,5 %. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik one way anova dilanjutkan uji bonferroni untuk megetahui konsentrasi yang paling efektif. Hasil penelitian ada perbedaan angka kuman antara mie tiaw yang tidak menggunakan dan menggunakan air ki p value <0,05. Namun terdapat juga hasil uji statistik yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan angka kuman pada mie tiaw konsentrasi air ki 0,5% dan 1%, 1,5% dan 2% serta 2% dan 2,5%. Konsentrasi air ki yang paling efektif adalah 2,5%.Evo Tuska Serie Hesti Nur'ainiRahma HidaiyantiNoodles is a food favored by the public. The purpose of this study was to determine the effect of rice straw ash extract and turmeric extract to the elasticity and organoleptic quality of wet noodle. This study used a completely randomized design with the addition of straw ash extract concentration treatment variations 3%, 5%, and 7% , and the addition of turmeric extract 1%, and . The results of the analysis indicate that the elasticity of wet noodles all treatments gave a real difference at a significance level of 5%. The organoleptic analysis showed that all treatments gave significant effect on color, flavor, aroma, firmness at a significance level of 5 % , which is highest rank in the treatment of straw ash extract concentration of 5% and 1 % turmeric wet noodles, straw ash extract, turmeric extractM AstawanAstawan, M. 2006 Membuat Mie dan Bihun. Jakarta Penebar DIY Ada 3 Jenis Makanan Berformalin di Pasar ArgosariAyoyogyaAyoyogya 2019 BPOM DIY Ada 3 Jenis Makanan Berformalin di Pasar Argosari. Available at Kadar Formalin Pada Tahu Putih Di Tingkat Produsen Dan Pedagang Kota Semarang TahunM U AzizaM RahfiludinZenD R PangestutiAziza, M. U., Rahfiludin, M. zen and Pangestuti, D. R. 2017 'Perbedaan Kadar Formalin Pada Tahu Putih Di Tingkat Produsen Dan Pedagang Kota Semarang Tahun 2016', 5. Available at CholifahL HendrariniC AmriCholifah, N., Hendrarini, L. and Amri, C. 2017 'Pemanfaatan Bawang Putih dan Daun Vol. 4, No. 1, Juni 2019, pp. 1-12Pengawasan Mutu Dan Keamanan PanganF M ChristineChristine F. M. 2016 Pengawasan Mutu Dan Keamanan Pangan, Journal of Physics A Mathematical and Theoretical. UNSRAT PRESS Manado. doi Abu Merang Padi Oryza Sativa Untuk Pengolahan Snack Cumi-Cumi Loligo sp Asap Yang Disimpan Secara VakumPulungan DahliaDahlia and Pulungan, A. R. 2011 'Penggunaan Abu Merang Padi Oryza Sativa Untuk Pengolahan Snack Cumi-Cumi Loligo sp Asap Yang Disimpan Secara Vakum', 1, pp. Pengawetan PanganN W DesrosierDesrosier, N. W. 2008 'Teknologi Pengawetan Pangan'. UI Pektin dari Jerami Padi Oryza Sativa L. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Edible Film untuk Pelapisan Buah', Prosiding Penelitian SpeSIA UnisbaM FajarI T MaulanaU A DasukiFajar, M., Maulana, I. T. and Dasuki, U. A. 2015 'Isolasi Pektin dari Jerami Padi Oryza Sativa L. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Edible Film untuk Pelapisan Buah', Prosiding Penelitian SpeSIA Unisba, pp. 199-204. Teori abiogenesis makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau makhluk hidup ada dengan sendirinya atau disebut generatio spontanea. Tokoh pencetus teori ini adalah Aristoteles dan John Nedham. Pada percobaan Aristoteles, tanah yang dipendam air akan muncul cacing. Pada percobaan Nedham, kaldu direbus dalam wadah selama beberapa menit, setelah itu wadah ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu. Ilmuwan lain yang mendukung teori ini adalah Antonie van Leuwenhoek, ia mengamati air rendaman jerami dan mendapatkan adanya mikroorganisme, Antonie berpendapat bahwa mikroorganisme muncul dari air rendaman jerami. Teori biogenesis makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh pencetus teori ini yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louise Pasteur. Fransesco Redi pada toples yang ditutup, tidak ada belatung sama sekali pada toples yang hanya ditutupi kain kasa, terdapat belatung di atas kain kasa dan sedikit pada daging pada toples yang terbuka terdapat banyak belatung pada daging Louise Pasteur Lazzaro Spallanzani Teori kosmozoid makhluk hidup berasal dari “spora kehidupan” yang berasal dari ruang angkasa. Teori penciptaan special creation makhluk hidup diciptakan Tuhan seperti apa adanya. Teori evolusi kimia tokoh pencetus teori ini adalah Alexander Oparin dan Haldaine. Menurut mereka pada mula-mula atmosfer purba terdiri dari metana, amonia, uap air, dan gas hidrogen. Dengan adanya energi alam halilintar dan sinar kosmis gas-gas itu berubah menjadi molekul organik sederhana jenis substansi asam amino. Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasi di cekungan perairan membentuk primordial soup campuran materi di lautan panas kemudian membentuk monomer. Monomer membentuk polimer yang kemudian membentuk protobion bentuk awal sel. Pendapat Oparin didukung oleh Harold Urey dan Stanley Miller. Mereka melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teori tersebut. Teori evolusi biologi Teori ini merupakan lanjutan dari teori evolusi kimia. Asam amino hasil dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul, teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox. Larutan yang mengandung monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu atau tanah yang panas sehingga mengalami polimerisasi. Hasil tersebut dinamakan protenoid, yang kemudian apabila dicampur dengan air dingin akan membentuk mikrosfer atau koaservat. Mikrosfer ini mempunyai sifat hidup dan mempunyai membran selektif permeabel tetapi belum dikatakan hidup. Menurut Oparin, mikrosfer ini mempunyai selaput sel primitif dari lipid dan protein. Oleh karena itu, mikrosfer ini dianggap sebagai sel primitif yang disebut protosel. Protosel akan membentuk sel awal sebagai permulaan dari organisme uniseluler. Soal dan pembahasan 1. Pembentukan senyawa amino secara alami di udara dari bahan dasar nitrogen, sesuai dengan teori asal usul kehidupan yang dikemukakan oleh A. Stanley Miller B. Aristoteles C. Harold Urey D. Louis Pasteur E. A. I. Oparin Jawab C Pembahasan Teori evolusi kimia dikemukakan oleh Harold Urey dan didukung oleh muridnya Stanley Miller. 2. Teori abiogenesis runtuh karena percobaan yang dilakukan oleh A. Aristoteles B. Alexander Oparin C. Harold Urey D. Anthonie van Leeuwenhoek E. Louis Pasteur Jawab E Pembahasan Teori abiogenesis menganggap bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Teori ini runtuh setelah percobaan yang dilakukan Louis Pasteur yang berhasil memperbaiki percobaan Redy dan Spallanzani dengan menggunakan labu yang tutupnya berbentuk leher angsa. Dengan labu itu maka air kaldu di dalam labu masih berhubungan dengan udara luar gaya hidup. Dengan demikian keberatan orang terhadap hasil percobaan Redy dan Spallanzani dapat dihilangkan. 3. Dasar proses evolusi menurut Darwin ialah bahwa A. Nenek moyang manusia adalah kera B. Spesies yang kuat membunuh yang lemah C. Spesies baru timbul terus menerus D. Perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang lama E. Perubahan yang bersifat menurun Jawab E Pembahasan A merupakan persepsi yang keliru mengenai teori evolusi Darwin, B merupakan definisi dari seleksi alam, C merupakan hasil dari proses evolusi, sementara D merupakan definisi adaptasi 4. Omne vivum ex ovo, omve ovum ex vivo adalah pernyataan suatu yang menjelaskan bahwa A. Kehidupan selalu berasal dari organisme yang bertelur B. Kehidupan dapat berasal dari benda mati C. Tak ada kehidupan tanpa telur D. Sebelum ada individu, harus ada telur terlebih dahulu E. Kehidupan ada karena telah ada kehidupan sebelumnya Jawab E Pembahasan 5. Teori asal usul kehidupan disusun berdasarkan A. Pengamatan peristiwa yang sedang terjadi B. Hipotesis terhadap kemungkinan yang akan terjadi C. Analisis data peristiwa masa lampau D. Kenyataan kehidupan yang ada sekarang E. Hipotesis terhadap keadaan bumi saat ini Jawab B Pembahasan 6. Dalam menjawab permasalahan tentang asal-usul, kehidupan, eksperimen siapakah yang cara pelaksanaannya cermat jika ditinjau dari metode ilmiah? A. Harold Urey B. Stanley Miller C. Francesco Redi D. Lazarro Spallanzani E. Louis Pasteur Jawab B Pembahasan Eksperimen Stanley Miller menggunakan lingkungan eksperimen yang benar-benar terkontrol dengan baik, sehingga tidak ada faktor lain yang dapat mengganggu/mempengaruhi hasil eksperimen. 7. Untuk membantah teori generatio spontanea dari Spallanzani, Louis Pasteur menggunakan pipa berleher angsa yang bertujuan agar A. Tidak ada mikroorganisme di dalam pipa B. Mikroorganisme terperangkap dalam pipa C. Air kaldu tidak berhubungan dengan udara D. Air kaldu dapat berhubungan dengan udara luar E. Air kaldu tidak mengandung mikroorganisme Jawab A Pembahasan 8. Teori tentang biogenesis tidak didukung oleh A. Francesco Redi B. Robert Hooke C. Lazzaro Spallanzani D. Aristoteles E. Louis Pasteur Jawab D Pembahasan Aristoteles merupakan pendukung teori abiogenesis, yaitu bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. 9. Usaha untuk membantah teori generatio spontanea, ilmuwan berikut yang percobaannya berkaitan erat dengan proses sterilisasi yaitu A. Alexander Oparin B. Harold Urey C. Lazzaro Spallanzani D. Francesco Redi E. Aristoteles Jawab C Pembahasan Ilmuwan yang membantah teori generatio spontanea abiogenesis adalah para ilmuwan yang menyatakan / mendukung teori biogenesis yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, Louis Pasteur. Alexander Oparin adalah ilmuwan yang mengemukakan teori evolusi kimia dan Harold Urey adalah pendukung teori Oparin dan membuktikan teorinya dengan merancang suatu alat percobaan seperti keadaan atmosfer bumi purba 10. Stainly Miller berhasil membuktikan bahwa kalau ke dalam tabung dialirkan uap air, amoniak dan metana diberi bunga api listrik bertegangan tinggi, maka akan terbentuk A. Letupan yang kuat B. Asam amino C. Karbohidrat D. Substansi dasar kehidupan E. Option 5 Jawab D Pembahasan 11. Berikut ini adalah keempat gas yang bereaksi dalam teori evolusi kimia, kecuali A. CH4 B. NH3 C. H2O D. H2 E. O2 Jawab E Pembahasan 12. Dalam teori evolusi kimia, hasil reaksi dari keempat gas adalah asam amino yang kemudian terkumpul dalam cekungan air laut membentuk A. Sup primordial B. DNA C. RNA D. Makhluk hidup pertama E. Sel prokariotik Jawab A Pembahasan 13. Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie Van Loewenhoek pada abad ke 14 ditafsirkan sebagai gejala A. Biogenesis B. Metagenesis C. Biosintesis D. Morfogenesis E. Abiogenesis Jawab E Pembahasan Abiogenesis berarti bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati 14. Teori evolusi kimia telah dibuktikan kebenarannya oleh Stanley Miller. Kesimpulan dari hasil percobaannya adalah A. Makhluk hidup muncul secara spontan dari benda mati B. C, H, O, dan N adalah unsur utama penyusun sel makhluk hidup C. Asam amino dan nukleotida merupakan bahan penyusun protein D. Senyawa organik sederhana dapat terbentuk dari senyawa anorganik dengan energi tinggi E. Tubuh makhluk hidup dibangun oleh C, H, O, dan N dalam kondisi abiotik Jawab D Pembahasan Dalam percobaan Stanley Miller, senyawa organik sederhana terbentuk dari hasil reaksi 4 gas CH4, NH3, H2, dan H2O, yang dimasukkan dalam tabung yang diberi energi tinggi tegangan/loncatan listrik. 15. Louis Pasteur seorang ahli biokimia melakukan percobaan dengan menggunakan labu yang berleher angsa berisi kaldu. Kemudian kaldu dipanaskan agar steril dari mikroorganisme. Selanjutnya didinginkan dan disimpan. Setelah beberapa hari diamati. Kesimpulan dari percobaan ini adalah A. Setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya B. Makhluk hidup berasal dari benda mati yang muncul secara spontan C. Protein pada kaldu merupakan cairan pembentuk makhluk hidup D. Air kaldu merupakan media tumbuh mikroorganisme pembusuk E. Makhluk hidup timbul secara bertahap dari senyawa tidak hidup Jawab A Pembahasan Louis Pasteur dapat mencapai kesimpulan tersebut, karena tidak terdapat mikroorganisme dalam kaldu tersebut setelah disimpan beberapa hari. Sumber Omegawati, Wigata, dkk. Detik-detik Biologi 2014/2015. 2015. Yogyakarta PT Intan Perwira Kompetensi Dasar menjelaskan teori, prinsip, dan mekanisme evolusi biologi; mengkomunikasikan hasil studi evolusi biologi; mendeskripsikan kecenderungan yunior adapun teori evolusi. A. Teori Abiogenesis /Generatio Spontanea 1. Manusia hidup terjadi semacam itu saja secara sewaktu atau makhluk hidup berasal berpangkal benda enggak hidup. 2. Teori ini dikemukakan oleh Aristoteles, dan didukung oleh a. Antonie van Leeuwenhoek, dengan pendapatnya bahwa mikroorganisme benda atma berpokok dari air benda mati. Percobaannya pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, kamu melihat adanya mikroorganisme sosok hidup sangat kecil intern percontoh air hujan dan air rendaman jerami. b. Needham, berpendapat bahwa mikroorganisme benda hidup terjadi dari air kaldu benda sepi. Hal ini sesuai dengan percobaannya yakni dengan mendidik daging, kemudian air kaldu disimpan dalam keadaan terbuka. Selepas bilang masa tampak air kaldu menjadi keruh karena adanya mikroorganisme. B. Teori Biogenesis 1. Makhluk hayat berasal dari makhluk usia sebelumnya . 2. Teori ini merupakan kesimpulan semenjak percobaan a. Francesco Redi , dengan percobaannya tentang munculnya ulat nan dapat muncul dalam daging nan disimpan dalam stoples terbuka doang tidak muncul kerumahtanggaan stoples tertutup. Larva suatu kehidupan enggak berasal dari daging benda mati tetapi semenjak dari telur lalat yang masuk dan berakibat sreg daging. b. Lazaro Spallazani , dengan percobaannya mendidihkan kaldu intern labu kemudian ditutup rapat-berapit. Kaldu konstan bening dan steril. Adanya mikroorganisme plong tabung mendelongop berasal dari udara, enggak berasal bersumber air kaldu benda mati. Tidak adanya jasad renik pada tabung terlayang menunjukkan bahwa mikroorganisme enggak berasal berbunga kaldu benda tenang. c. Louis Pasteur , percobaannya mendidihkan kaldu pada labu, kemudian labu ditutup dengan pengudut seperti lambang bunyi S sehingga mulut labu tetap ternganga. Kondisi tersebut memungkinkan “zat semangat” konsisten dapat masuk , n amun kondisi kaldu tetap jernih bening dan suci. Semenjak percobaan ini timbullah anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo O mne Ovum ex Viv o yang berharga kehidupan mulai sejak dari telur, dan telur dari dari makhluk hidup . C. Teori Evolusi Kimia 1. Menurut teori evolusi kimia, asal mula kehidupan berasal dari reaksi antara CH4, NH3, H2, dan H2O di atmosfer dengan kurat kosmis dan halilintar nan menghasilkan sintesis organik serupa bersut amino. 2. Beberapa intelektual yang membentangkan teori evolusi kimia a. Harold Urey menyatakan bahwa asal-usul hidup diawali dengan adanya senyawa anorganik di atmosfer yang berupa gas-tabun seperti metana CH4, hidrogen H2, uap air H2O dan amino NH3 yang bereaksi dengan uluran tangan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk bersut amino nan merupakan bahan dasar pembina kehidupan. b. Stanley Miller , berbuntut membuktikan teori Urey dengan percobaannya di laboratorium dengan memperalat gawai yang diberi logo pesawat uratmo s fera. Penali yang diperolehnya bahwa fusi anorganik dapat diubah menjadi asam amino organik dengan pesawat uratmosfera. Jadi, satuan-eceran kompleks di dalam sistem spirit, seperti lipida, gula, asam amino, dan nukleotida, boleh terbentuk dari kondisi abiotik. D. Teori Evolusi Biologi 1. Teori dikemukakan oleh Alexander L. Oparin . Menurut teori evolusi biologi, bawah usul spirit berasal dari reaksi antara gas-tabun m etana CH4 , h idrogen H2, uap air H2O , dan a monia NH3 yang mudah hirap ke angkasa luar yang berada di cekungan air laut d engan energi radiasi benda-benda angkasa yang menghasilkan senyawa organik serupa alkohol dan cemberut amino . Hasil reaksi riil asam amino bakir pada cekungan laut membentuk sup purba primordial sup. 2. Teori-teori nan telah diterangkan di atas belum dapat menjawab darimana dan bagaimana umur pertama kali terserah di bumi. 3. Berikut ini beberapa teori mengenai perkembangan sel a. Dari prokariotik ke eukariotik Sel eukariotik terjadi karena simbiosis karib antara dua organisme, salah satu menjadi inang dan lainnya masuk ke raga inang endosimbuosis. N domestik kasus ini, kuman purba ditelan oleh rumah tahanan prokariotik sebagai inang. Bibit penyakit ini berfungsi mengerjakan segala reaksi ilmu pisah. Hal inilah yang dianggap ibarat kakek mitokondria. b. Dari laut ke darat Sel-sel diduga mula-mula kali berbunga dari laut, dan berkembang menjadi organisme yang semangat di dalam air. Beberapa organisme ada yang mencoba untuk beralih hidup dari lingkungan air ke lingkungan darat karena telah terjadi kompetisi di n domestik lingkungan air. Fakta yang kontributif teori ini ialah siklus atma amfibi sebagian di air. Dari fertilisasi setakat berudu amfibi hidup di air, dan kemudian mengalami metamorfosis kerjakan hidup di darat. E. Pengertian Evolusi Evolusi adalah perubahan genotip puas satu populasi yang berlangsung secara perlahan-lahan dan memakan hari yang sangat lama. F. Teori Evolusi 1. Teori Evolusi Jean Lamarck Evolusi organik terjadi karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh yuridiksi lingkungan dan dapat diturunkan. Perlengkapan yang mengalami perubahan karena berkesinambungan dipakai, akan berkembang makin arketipe, dan organ yang tidak diperlukan lagi perkembangannya akan menurun, dan balasannya rudimentteori use dan disuse. Teori Lamarck ternyata keseleo setelah Weisman melakukan eksperimen lakukan menguji teori itu. 2. Teori Evolusi Charles Darwin a. Tipe yang terserah sekarang ialah turunan mulai sejak diversifikasi-spesies sebelumnya. b. Mekanisme evolusi berlangsung dengan seleksi alam. Wahyu Darwin akan halnya evolusi didasarkan atas pokok-pokok pikiran berikut a. bukan ada dua turunan yang sama; b. setiap populasi cenderung buat lebih banyak; c. untuk berkembang biak memerlukan kas dapur dan ruangan yang memadai; d. bertambahnya populasi tidak berjalan terus-menerus. G. Petunjuk Adanya Evolusi Beberapa bukti nan dianggap memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain sebagai berikut 1. Tipe Makhluk Hidup Jenis yakni perbedaan yang ditemukan pada individu-bani adam dalam satu tipe. Jika versi tersebut hidup puas mileu yang berbeda, maka akan menghasilkan nasab yang farik lagi. Jadi, adanya macam merupakan tajali adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru. 2. Fosil Fosil-fosil yang ditemukan dalam lapisan bumi dari lapisan tua sampai mulai dewasa menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. Dengan membandingkan sisa purba-fosil nan ditemukan di berbagai salutan bumi dapat diketahui adanya proses evolusi. Memori kronologi aswa yaitu satu contoh yang paling dikenal untuk menerangkan adanya perubahan-pertukaran tulangtulangan dari masa ke hari. 3. Homologi dan Perlengkapan Analogi Raga Homologi adalah organ-perlengkapan sosok hidup yang n kepunyaan bentuk bawah radiks yang sama, kemudian berubah strukturnya sehingga fungsinya berlainan. Misalnya, sayap kontol homolog dengan tangan manusia. Kaki depan kuda homolog dengan sirip dada ikan paus. Analogi adalah organ-radas tubuh yang mempunyai kebaikan sama sekadar kerangka asalnya berlainan. Contoh sayap serangga dengan sayap burung. 4. Embriologi Perbandingan Beberapa kelas vertebrata, seperti iwak, reptil, burung dan mamalia, sungguhpun tubuh individu dewasanya farik macam satu sama lainnya, namun fase sediakala dari kronologi embrionya sangat mirip. Makin mirip, makin rapat persaudaraan kekeluargaannya. 5. Wangsit secara Biokimia Jauh dekatnya kawin kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya boleh ditunjukkan dengan uji secara biokimia yang disebut uji presipitin. Uji presipitin yakni uji adanya reaksi antara antigen-antibodi. Banyak sekurang-kurangnya sedimen yang terasuh akibat reaksi tersebut dapat digunakan bikin menentukan jauh dekatnya jalinan kekerabatan antara suatu organisme dengan organisme lainnya. 6. Perbandingan Fisiologi Organisme Organisme punya ciri-ciri ilmu faal yang sama, seperti respirasi, ekskresi, dan sebagainya. Meskipun ciri ilmu saraf dan jumlah sel nan membentuk setiap organisme farik-beda, terletak kemiripan-pertepatan kerumahtanggaan fisiologinya. 7. Petunjuk Perlengkapan Tubuh yang Tersisa Lega insan dan sejumlah macam hewan dapat dijumpai berbagai ragam alat tubuh yang tidak berfungsi. Gawai tubuh basyar yang tersisa antara lain umbai cacing apendiks dan tulang ekor. Plong burung kiwi, butuh yang lain bisa kalut, terdapat organ tubuh yang terbelakang umpama akibat penyusutan sayap. H. Mekanisme Evolusi terjadi karena adanya keberagaman genetik dan seleksi alam. Variasi genetik ditimbulkan oleh mutasi; rekombinasi gen-gen n domestik keturunan baru. I. Frekuensi Gen Pada proses evolusi terjadi perubahan kekerapan gen. Bila perbandingan antara genotip-genotip dalam satu populasi bukan berubah pecah suatu generasi ke generasi, maka kekerapan gen n domestik populasi tersebut suka-suka dalam keadaan seimbang. Frekuensi gen bakir dalam keseimbangan bila enggak terjadi migrasi; enggak cak semau alih tugas, atau harus ada kesamarataan mutasi di mana perubahan genetis ke satu arah diimbangi maka dari itu sejumlah alih tugas yang setimpal dalam arah berlawanan; tidak terjadi seleksi; reproduksi harus berlangsung rambang; populasi harus lautan. Bila frekuensi gen kerumahtanggaan suatu populasi cak semau n domestik situasi separas dolan HUKUM HARDY WEINBERG. Apabila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan fon p, dan alelnya dengan simbol q, maka menurut Hardy Weinberg p+q = 1 Bila frekuensi gen A = p dan kekerapan gen a = q, maka frekuensi genotip AA Aa aa = p2 2pq q2. Mekanisme terbentuknya varietas mentah disebabkan adanya ketertutupan nan merintangi aliran gen dari satu populasi ke populasi nan lain. Hal ini dapat terjadi karena 1. Isolasi maka dari itu Waktu Contohnya kuda. Kuda zaman eosin merupakan eohippuss-mesohippus-meryhippus-pliohippus-equus. Dari zaman eosin sampai sekarang koteng ahli paleontologi menduga mutakadim terjadi 150000 mutasi yang menguntungkan kerjakan setiap gen kuda. Dengan demikian, terletak cukup banyak perbedaan antara moyangnya dengan kuda yang kini. Oleh karena itu, kuda-kuda tersebut dinyatakan berbeda spesies. 2. Isolasi Geografi Kebanyakan biologiwan seia bahwa lahirnya jenis baru adalah hasil dari pemecahan geografis. Bila dua daerah mempunyai karakteristik berlainan, impitan pemilihan mileu terhadap populasi akan berbeda. Dan juga, diseminasi gen antarsubjenis akan tersayat. Contoh burung Fringgillidae yang mungkin terbawa badai dari pantai Equator ke kepulauan Galapagos. Oleh karena pulau-pulau itu jauh jaraknya, maka perkawinan populasi satu pulau dengan pulau lainnya rumit/enggak terjadi. 3. Domestikasi Domestikasi memindahkan makhluk-makhluk satwa liar dan pohon haram ke dalam lingkungan bau kencur nan diciptakan manusia. Situasi ini mengakibatkan timbulnya jenis hewan dan tanaman yang mempunyai sifat berhanyut-hanyut dari aslinya. 4. Alih tugas Kromosom Merupakan peristiwa terjadinya spesies mentah dengan cepat. PertanyaanAdanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie van Leeuwenhoek pada abad ke-14 ditafsirkan sebagai gejala….Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie van Leeuwenhoek pada abad ke-14 ditafsirkan sebagai gejala….biogenesisbiosintesismetagenesismorfogenesisabiogenesisJawabanjawaban adalah adalah van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap air jerami dan menemukan bahwa ada protozoa di dalam air jerami tersebut, kemudian Antonie van Leeuwenhoek menarik kesimpulan bahwa protozoa tersebut berasal dari air rendaman jerami yang merupakan benda mati. Maka dengan ini Antonie van Leeuwenhoek adalah penganut teori abiogenesis atau makhluk hidup berasal dari benda mati. Dengan demikian jawaban adalah van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap air jerami dan menemukan bahwa ada protozoa di dalam air jerami tersebut, kemudian Antonie van Leeuwenhoek menarik kesimpulan bahwa protozoa tersebut berasal dari air rendaman jerami yang merupakan benda mati. Maka dengan ini Antonie van Leeuwenhoek adalah penganut teori abiogenesis atau makhluk hidup berasal dari benda mati. Dengan demikian jawaban adalah pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!13rb+PSPuput S. Warti Bantu banget Modul biologi Kelas. XII KD Disain Sampul telah disiapkan tinggal dicopy dari link 8?usp=sharing2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1Modul biologi Kelas. XII KD EVOLUSI BIOLOGI KELAS XII PENYUSUN Drs. MUNAWIR SMA NEGERI 8 BEKASI2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2Modul biologi Kelas. XII KD DAFTAR ISIPENYUSUN .................................................................................................................................................... 2DAFTAR ISI ................................................................................................................................................... 3GLOSARIUM.................................................................................................................................................. 4PETA KONSEP.............................................................................................................................................. 5PENDAHULUAN.......................................................................................................................................... 6A. Identitas Modul ......................................................................................................... 6B. Kompetensi Dasar ..................................................................................................... 6C. Deskripsi Singkat Materi .......................................................................................... 6D. Petunjuk Penggunaan Modul ................................................................................... 6E. Materi Pembelajaran................................................................................................. 7KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ............................................................................................................ 8ASAL USUL KEHIDUPAN ........................................................................................................................ 8A. Tujuan Pembelajaran................................................................................................ 8B. Uraian Materi............................................................................................................. 8C. Rangkuman ............................................................................................................... 14D. Penugasan ................................................................................................................. 14E. Latihan Soal ............................................................................................................. 15F. Penilaian Diri ........................................................................................................... 17KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ..........................................................................................................18PETUNJUK DAN MEKANISME EVOLUSI .......................................................................................18A. Tujuan Pembelajaran.............................................................................................. 18B. Uraian Materi........................................................................................................... 18C. Rangkuman.............................................................................................................. 26D. Latihan Soal ............................................................................................................. 26E. Penilaian Diri ........................................................................................................... 28EVALUASI ....................................................................................................................................................29DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................................332020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 3Modul biologi Kelas. XII KD GLOSARIUMEvolusi Perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara berlahan-lahan dalam waktu yang sangat Vivum ex Ovo, Kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhlukOmne Ovum ex Vivo, hidup dan kehidupan berasal dari kehidupan Vivum ex VivoFosil Sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah membatu atau dapat juga berupa jejak-jejak organisme yang terdapat pada batu-Homologi Organ-organ makhluk hidup yang mempunyai bentuk asalSpesiasi dasar yang sama, kemudian berubah strukturnya sehinggaSeleksi Alam fungsinya Organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi sama tetapi bentuk asalnya berbeda. Pembentukan dua atau lebih spesies dari satu spesies yang telah ada atau telah punah. Kemampuan alam untuk memilih makhluk hidup yang mampu hidup di lingkungannya. Perubahan pada materi genetik yang mengakibatkan perubahan eksperesi gen.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4Modul biologi Kelas. XII KD PETA KONSEP Pengertian evolusi Teori evolusi Teori Skala Alami dan Teologi Alam Penemuan Teori Evolusi Darwin Perbandingan Teori Evolusi Lamarck, Weismann, dan DarwinEvolusi Variasi individu dalam keturunan Adanya fosil Petunjuk evolusi Homologi alat-alat tubuh berbagai makhluk hidup Embrio perbandingan Perbandingan biokimia Perbandingan fisiologi Petunjuk alat tubuh yang tersisa Mekanisme evolusi Mutasi Gen Hukum Hardy-Weinberg Perubahan perbandingan frekuensi gen pada populasi Timbulnya spesies baru / Speciesi 2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 5Modul biologi Kelas. XII KD PENDAHULUANA. Identitas Modul BIOLOGI XII Mata Pelajaran 4 JP Kelas EVOLUSI Alokasi Waktu Judul ModulB. Kompetensi Dasar Menjelaskan teori, prinsip dan mekanisme evolusi serta pandangan terkini para ahli terkait spesiasi. Menyajikan karya ilmiah terhadap gagasan baru tentang kemungkinan- kemungkinan pandangan evolusi berdasarkan pemahaman yang Deskripsi Singkat Materi Pada Masyarakat banyak persepsi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, artinya nenek moyang manusia adalah kera. Apakah persepsi tersebut benar? Kalian dapat melihat bahwa manusia berasal dari primata sebagai cikal bakalnya, kemudian primata akan mengalami proses perubahan dan perekembangan lebih lanjut. Makhluk hidup memiliki struktur morfologi yang beranekaragaman. Ada beberapa yang memiliki persamaan, namun banyak pula yang berlainan sama sekali. Perbedaan tersebut dapat dipelajari dengan melihat pola hubungan kekerabatan. Pola hubungan kekerabatan dapat menunjukkan tingkatan makhluk hidup yang memiliki struktur sederhana hingga yang kompleks. Pola hubungan kekerabatan mkhluk hidup selanjutnya akan dibahas dalam proses evolusi. Secara bahasa evolusi berasal dari kata evolve Bahasa Inggris yang berarti berubah secara perlahan, sedangkan dalam bahasa Latin disebut evolut yang berarti menggulir. Teori evolusi dapat mengajari kita dalam memahami beberapa hal, diantaranya ialah memahami proses kepunahan; kemampuan proses bertahan hidup; dan terjadinya perubahan secara kontinyu dalam waktu yang lama. Pada modul pembelajaran berikut ini, akan disajikan asal-usul makhluk hidup, teori evolusi dan mekanismenya. Setelah mempelajari modul ini, diharapkan siswa lebih memahami dan memudahkan penyampaiannya kepada siswa dan para siswa dapat terbantu untuk lebih mudah dalam memahami esensi ilmu pengetahuan yang menyangkut perubahan struktur morfologi makhluk Petunjuk Penggunaan ModulModul ini berisi kegiatan-kegiatan belajar yang disajikan dalam bentuk paparan yangmemuat materi, latihan, rangkuman, dan penilaian bagian Uraian Materi merupakan paparan sejumlah pengetahuan yang akanmembekali anda untuk menguasai kompetensi yang dikemas dalam satu satuanaktivitas belajar dalam rangka mempermudah kalian menguasai kompetensi yangdiharapkan. Di bagian latihan kalian akan melakukan kegiatan atau tugas yang2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 6Modul biologi Kelas. XII KD bertujuan untuk memperkuat penguasaan kompetensi yang diharapkan. Sementara itu di bagian rangkuman, kalian akan mendapatkan informasi mengenai garis besar materi pada kegiatan belajar yang baru saja kalian pelajari. Untuk mengetahui sejauh mana kalian telah menguasai materi dan keterampilan yang kalian pelajari, kalian akan melakukan kegiatan Penilain Diri. Pada bagian akhir modul ini disajikan Tes Akhir yang dapat kalian gunakan untuk menguji kemampuan kalian dalam menguasai kompetensi yang diharapkan apakah sudah tercapai atau belum. Sikap jujur sangat diharapkan ketika kalian melakukan kegiatan ini dari awal sampai Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Materi pokok yang dibahas dalam modul ini terdiri dari 1. Asal usul kehidupan’ a. Teori abiogenesis b. Teori Biogenesis c. Teori evolusi kimia d. Teori evolusi darwin dan Lamarck 2. Petunjuk dan mekanisme evolusi2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7Modul biologi Kelas. XII KD KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ASAL USUL KEHIDUPANA. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan dapat 1. Menjelaskan teori-teori asal usul Mahkluk hidup. 2. Menjelaskan prinsip-prinsip teori evolusi menurut para ahli. 3. Membedakan prinsip evolusi sehingga terjadi spesiasi menurut Darwin dan Uraian Materi 1 Asal Usul Kehidupan a. Teori Abiogenesis /Generatio Spontanea Teori Abiogenesis adalah teori yang menyatakan bahwa Makhluk hidup terjadi begitu saja secara spontan atau makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup. Teori ini dikemukakan oleh Aristoteles, dan didukung oleh - Antonie van Leeuwenhoek, dengan pendapatnya bahwa mikroorganisme benda hidup berasal dari air benda mati. Percobaannya pada abad ke- 17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, ia melihat adanya mikroorganisme makhluk hidup sangat kecil dalam sampel air hujan dan air rendaman jerami. - Needham, berpendapat bahwa mikroorganisme benda hidup terjadi dari air kaldu benda mati. Hal ini sesuai dengan percobaannya yaitu dengan merebus daging, kemudian air kaldu disimpan dalam keadaan terbuka. Setelah beberapa hari terlihat air kaldu menjadi keruh karena adanya mikroorganisme. b. Teori Biogenesis Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Teori ini merupakan kesimpulan dari percobaan 1 Francesco Redi, dengan percobaannya tentang munculnya ulat yang dapat muncul dalam daging yang disimpan dalam stoples terbuka tetapi tidak muncul dalam stoples tertutup. Larva suatu kehidupan bukan berasal dari daging benda mati tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada daging. Gambar 1. Percobaan Fransisco Redi 8 sumber 2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMENModul biologi Kelas. XII KD 2 Lazaro Spallazani, dengan percobaannya mendidihkan kaldu dalam labu kemudian ditutup rapat-rapat. Kaldu tetap bening dan steril. Adanya mikroorganisme pada tabung terbuka berasal dari udara, bukan berasal dari air kaldu benda mati. Tidak adanya mikroorganisme pada tabung tertutup menunjukkan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari kaldu benda mati. Gambar 2. Percobaan Lazzaro spalanzani sumber Louis Pasteur, percobaannya mendidihkan kaldu pada labu, kemudian labu ditutup dengan pipa seperti huruf S sehingga mulut labu tetap terbuka. Kondisi tersebut memungkinkan zat hidup tetap dapat masuk, namun kondisi kaldu tetap jernih bening dan steril. Dari percobaan ini timbullah anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo Omne Ovum ex Vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk 3. Percobaan Louis Pateur Teori Evolusi Kimia Menurut teori evolusi kimia, asal mula kehidupan berasal dari reaksi antara CH4, NH3, H2, dan H2O di atmosfer dengan sinar kosmis dan halilintar yang menghasilkan senyawa organik serupa asam yang mengemukakan teori evolusi kimia adalah Harold Urey,menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawaanorganik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana CH4, hidrogen H2,uap air H2O dan amino NH3 yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinarkosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yangmerupakan bahan dasar pembangun kehidupan. Percobaan Stanley Miller2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9Modul biologi Kelas. XII KD berhasil membuktikan teori Urey dengan percobaannya di laboratorium dengan menggunakan alat yang diberi nama pesawat uratmosfera. Kesimpulan yang diperolehnya bahwa senyawa anorganik dapat diubah menjadi asam amino organik dengan pesawat uratmosfera. Jadi, satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupan, seperti lipida, gula, asam amino, dan nukleotida, dapat terbentuk dari kondisi 4. Percobaan Stanley Miller sumber Alexander L. Oparin dalam teori evolusi biologi, asal usul kehidupanberasal dari reaksi antara gas-gas metana CH4, hidrogen H2, uap air H2O,dan amonia NH3 yang mudah menguap ke atmosfer yang berada di cekunganair laut dengan energi radiasi benda-benda angkasa yang menghasilkan senyawaorganik serupa alkohol dan asam amino. Hasil reaksi berupa asam amino beradapada cekungan laut membentuk sup purba primordial sup.Teori-teori yang telah diterangkan di atas belum dapat menjawab darimana danbagaimana kehidupan pertama kali ada di bumi. Berikut ini beberapa teoritentang perkembangan sel1 Dari prokariotik ke eukarioti, Sel eukariotik terjadi karena simbiosis erat antara dua organisme, salah satumejadi inang dan lainnya masuk ke tubuh inang endosimbuosis. Dalam kasus ini, bakteri purba ditelan oleh sel prokariotik sebagai inang. Bakteri ini berfungsi melakukan segala reaksi kimia. Hal inilah yang dianggap sebagai cikal bakal Dari laut ke darat, Sel-sel diduga pertama kali berasal dari laut, dan berkembang menjadiorganisme yang hidup di dalam air. Beberapa organisme ada yang mencobauntuk beralih hidup dari lingkungan air ke lingkungan darat karena telah terjadi kompetisi di dalam lingkungan air. Fakta yang mendukung teori iniadalah siklus hidup amfibi sebagian di air. Dari fertilisasi sampai berudu amfibi hidup di air, dan kemudian mengalami metamorfosis untuk hidup di Petunjuk Evolusi dan Mekanisme Evolusi Evolusi adalah perubahan genotip pada satu populasi yang berlangsung secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang sangat lama. Beberapoa teori yang menjadi dasar lahirnya teori evolusi adalah 10 a Teori Kreasionisme2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMENModul biologi Kelas. XII KD - Penciptaan mahluk hidup erjadi dalam sekali saja secara lengkap, tidak ada evolusi atau perubahan lagi terhadap makhluk hidup. - Tokoh yang mendukung teori ini adalah Aristoteles. - Tidak valid karena terdapat beberapa makhluk hidup pada zaman yang berbeda. b Teori Katatropisme - Terjadi bencana alam katastrofi yang tiba-tiba yang menyebabkan tumbuhan dan hewan di tempat itu mati. - Masuk bentuk kehidupan baru dari daerah lain. - Akibatnya, terjadi perubahan spesies yang tiba-tiba. - Tokoh George Cuvier, ia menemukan lapisan batuan fosil yang mewakili tiap zaman yang berbeda yang menjadi petunjuk dari teori ini. c Teori Gradualisme - Evolusi Perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tapi pasti - Tokoh James Hutton d Teori Uniformitarianisme - Evolusi merupakan pProses geologis, pola seragam, kecepatan dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu - Contoh terbentuknya gunung serta erosi gunung yang terjadi membuktikan keseimbangan - Tidak menjelaskan terbentuknya spesies. - Tokoh Charles Lyell e Teori Evolusi Jean Lamarck - Pokok-pokok pikiran teori evolusi Lamarck 1 Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna. 2 Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 3 Organ yang mengalami perubahan karena terus-menerus dipakai dan berkembang makin sempurna. Sedangkan organ yang tidak diperlukan lagi perkembangannya akan menurun, dan akhirnya rudiment teori use and disuse. 4 Evolusi organik terjadi karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan dapat diturunkan. Contoh evolusi lamarck pada jerapah. Gambar 5. Evolusi Jerapah menurut Lamarck Teori Evolusi Charles Darwin Charles Robert Darwin 1809-1882 yang dikenal sebagai Bapak Teori Evolusi lahir di daerah Inggris bagian barat. Teori Evolusi Darwin tidak2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11Modul biologi Kelas. XII KD muncul begitu saja, namun berdasarkan hasil perjalanannya dengan kapal Beagle ke kepulauan Galapagos dan studi terhadap berbagai disiplin ilmu. 1 Pelayaran Darwin ke Kepulauan Galapagos Saat berlayar dari Inggris menggunakan kapal HMS Beagle, Darwin berusia 22 tahun bulan Desember 1831. Tujuan utama pelayaran tersebut adalah untuk memetakan pesisir pantai Amerika Selatan yang masih belum jelas. Pada saat awak kapal sibuk memetakan pesisir pantai, Darwin turun ke pantai, mengamati, dan mengoleksi ratusan spesimen fauna dan flora Amerika Selatan yang beraneka ragam dan endemik. Selain itu, saat kapal mengelilingi benua Amerika, Darwin mengamati berbagai adaptasi tumbuhan dan hewan yang menempati hutan Brazil, bentangan padang rumput di Argentina, daratan terpencil Tierra del Fuego dekat Argentina dan pegunungan Andes. Setelah mencatat flora dan fauna di berbagai wilayah Amerika Selatan, Darwin menyimpulkan bahwa flora dan fauna di Amerika Selatan mempunyai karakteristik khusus yang sangat berbeda dengan flora dan fauna di Eropa. Darwin juga mengatakan bahwa flora dan fauna di daerah beriklim sedang mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan spesies yang hidup di wilayah tropis benua tersebut, dibandingkan spesies di daerah beriklim sedang di Eropa. Fauna yang paling membingungkan Darwin ditemukan di Kepulauan Galapagos, yaitu kepulauan yang berada di sebelah barat pesisir Amerika Selatan. Pada umumnya, spesies fauna di Galapagos tidak ditemukan hidup di tempat lain, meskipun ada kesamaan dengan hewan di Amerika Selatan. Darwin menemukan jenis-jenis burung finch yang berbeda bentuk praruhnya. Perbedan bentuk dan ukuran paruhnya yang merupakan adaptasi terhadap makanan tertentu. Kelompok pertama burung Finch yang hidup di tanah Geospiza magnirostris mempunyai paruh yang besar yang teradaptasi untuk memecahkan biji, kelompok kedua finch Camarhynchus pallidus yang menggunakan suatu duri kaktus atau ranting kecil sebagai alat untuk mengorek semut atau serangga lainnya, dan kelompok ketiga adalah kelompok kecil finch Camarhynchus parvulus yang menggunakan paruhnya untuk menangkap serangga.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12Modul biologi Kelas. XII KD Gambar 6. Variasi burung Finch Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya secara lengkap dalam buku yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection Asal mula spesies yang terjadi melalui seleksi alam yang diterbitkan pada 24 November Pokok-pokok teori Darwin Pengalaman Darwin di kepulauan Galapagos memunculkan ide tentang evolusi yang pokok pikirannya adalah - Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa silam. - Evolusi terjadi melalui seleksi alam. Dua pokok pikiran atau teori utama Darwin merupakan hasil pengalaman dari pengamatan - Pengamatan ke-1, setiap spesies mempunyai potensial fertilisasi yang besar sehingga ukuran populasinya akan meningkat secara eksponensial bila setiap individu yang dilahirkan berhasil melakukan percobaan. - Pengamatan ke-2, ukuran populasi cenderung menjadi stabil kecuali fluktuasi musiman. - Pengamatan ke-3, sumber daya alam terbatas. - Pengamatan ke-4, individu-individu populasi sangat bervariasi dalam hal ciri-ciri tubuh, namun tidak ada dua individu yang benar-benar sama. - Pengamatan ke-5, kebanyakan variasi diwariskan pada keturunannya. Setelah Darwin menyelesaikan perjalanannya dan kembali ke Inggris, ia banyak mempelajari geologi, terutama tentang fosil. Buku yang berpengaruh besar terhadap Darwin adalah Principles of Geology Prinsip- Prinsip Geologi karangan Charles Lyell.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 13Modul biologi Kelas. XII KD Teori evolusi Jerapah menurut Darwin Gambar 7. Evolusi Jerapah menurut Darwin Rangkuman 1. Kehidupan yang ada di bumi saat ini merupakan kelanjutan yang berkesinambungan dari makhluk hidup pertama di bumi. 2. Perkembangan teori asal-usul kehidupan yaitu teori abiogenesis klasik, teori biogenesis, dan teori abiogenesis modern. Teori abiogenesis klasik menerangkan bahwa asal mula makhluk hidup dari benda mati. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Teori abiogenesis modern menyatakan bahwa atmosfer bumi pada zaman purba berkecenderungan menyintesis senyawa organik dari molekul anorganik purba. 3. Evolusi biologi menyatakan bahwa makhluk hidup pertama merupakan hasil evolusi molekul anorganik. Evolusi biologi membahas asal-usul sel prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik muncul sebelum sel eukariotik dan sel prokariotik merupakan prekursor bagi munculnya sel eukariotik. 4. Teori evolusi Darwin dikenal dengan teori seleksi alam. Teori seleksi alam mengandung dua pemahaman, yaitu bahwa spesies sekarang berasal dari spesies dahulu dan terbentuknya spesies karena seleksi alam. 5. Teori evolusi sintetis menyatakan bahwa evolusi biologi bukan semata-mata didasari teori Darwin, tetapi juga teori evolusi pasca Penugasan Setelah mempelajari Bab Evolusi, Anda telah mengetahui bahwa evolusi pada makhluk hidup berlangsung sangat lama, hal ini menyebabkan evolusi sulit dibuktikan. Namun, sejak teori evolusi dikemukakan Darwin, para ilmuwan mulai sadar akan adanya seleksi alam dan mencatat kejadian-kejadian yang terkait. Meski perubahan yang terjadi akibat seleksi alam yang tercatat tergolong kecil, namun hal tersebut dapat menjadi bukti dan indikasi evolusi yang mengakibatkan perubahan besar. Sekarang, tugas Anda adalah mencari bukti teori evolusi, seperti perubahan-perubahan evolusi pada virus, resistensi hama, dan kasus seleksi alam lain yang tercatat. Carilah referensi dari buku, majalah, koran, dan internet. Buatlah dalam sebuah karya tulis. Kumpulkan untuk selanjutnya diadakan diskusi kelas2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 14Modul biologi Kelas. XII KD E. Latihan Soal 1. Pernyataan ini yang merupakan definisi dari evolusi yaitu…. A. Evolusi adalah pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu jutaan tahun. B. Evolusi adalah proses adaptasi terhadap lingkungan C. Evolusi adalah variasi dalam keturunan D. Evolusi adalah perubahan perubahan organisme akibat suatu genetika dalam jangka waktu yang pendek. E. Evolusi adalah peroses seleksi alam 2. Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan Antonie Van Leeuwenhoek pada akhir abad ke XIV ditafsirkan sebagai gejala…. A. Biogenesis B. Metagenesis C. Biosintesis D. Antibiosis E. Abiogenesis 3. Teori abiogenesis runtuh karena percobaan yang dilakukan oleh .... A. Aristoteles B. Alexander Oparin C. Harold Urey D. Anthonie van Leeuwenhoek E. Louis Pasteur 4. Francesko Redi mengemukakan dari hasil penelitiannya bahwa mahluk hidup berasal dari.... A. Mahluk hidup B. Benda mati C. Zat kimia D. Ledakan materi angkasa E. Nenek moyang 5. Louis Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu leher angsa untuk mengetahui asal-usul kehidupan. Fungsi pipa leher angsa pada tabung tersebut adalah .... A. Mencegah hubungan dengan udara luar B. Membiarkan mikroorganisme dan udara keluar masuk C. Mencegah masuknya udara luar dan membiarkan mikrooerganisme masuk D. Menghalangi mIkroorganisme masuk dan membiarkan udara keluar masuk E. Menghambat pernapasan mikroorganisme dalam kaldu dengan udara luar2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 15Modul biologi Kelas. XII KD jawaban dn pembahasanNo. Kunci Pembahasan Skor 20Jawaban 201. A Evolusi adalah pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu jutaan E a. AnAbiogenesis antonie van Leeuwenhoek, dengan pendapatnya bahwa mikroorganisme benda hidup berasal dari air benda mati. Percobaannya pada abad ke-17 dengan penemuannya terhadap mikroskop, ia melihat adanya mikroorganisme makhluk hidup sangat kecil dalam sampel air hujan dan air rendaman E Leuis Pasteur Dari percobaan ini timbullah 20 anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo Omne Ovum ex Vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk A percobaannya tentang munculnya ulat yang 20 dapat muncul dalam daging yang disimpan dalam stoples terbuka tetapi tidak muncul dalam stoples tertutup. Larva suatu kehidupan bukan berasal dari daging benda mati tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada C Kondisi tersebut memungkinkan zat hidup 20 tetap dapat masuk, namun kondisi kaldu tetap jernih bening dan steril. Dari percobaan ini timbullah anggapan bahwa Omne Vivum ex Ovo Omne Ovum ex Vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhirmodul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untukmengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar = ℎ ℎ x 100 % ℎ Konversi tingkat penguasaan90 - 100% = baik sekali80 - 89% = baik70 - 79% = cukup< NnF NN Nn + Nn nn 25% 50% 25%Katak yang bergenotif nn adalah mandul sehingga yang mampu menghasilkanketurunan yang bergenotif NN dan Nn, atau 75% dari seluruh Spesiasi Spesiasi atau pembentukan spesies pada dasarnya dapat digunakan sebagai saksi hidup mengenai apa yang terjadi di masa lalu, maka dari itu proses spesiasi dapat pula dianggap sebagai bukti bahwa proses evolusi memang berlangsung. Syarat terjadinya spesiasi adalah 1. Adanya perubahan lingkungan, Perubahan lingkungan dapat menyebabkan perubahan evolusi. Contohnya, bencana alam dapat menyebabkan timbulnya kepunahan massal di muka bumi. 2. Adanya relung niche yang kosong, Relung merupakan tempat hidup dan interaksi suatu organisme. Suatu spesies selalu menempati relung tertentu. Suatu relung umumnya hanya dapat ditempati oleh satu jenis2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 24Modul biologi Kelas. XII KD spesies saja. Kepunahan massal akan menimbulkan relung-relung kosong yang akan menyebabkan relung-relung baru terisi kembali dalam jangka waktu yang panjang. Apabila relung tersebut kosong tidak ada organisme yang menempatinya, maka akan ada banyak organisme yang berusaha menempati relung Adanya keanekaragaman suatu kelompok organisme. Selalu akan ada sejumlah organisme yang mencoba mengisi relung yang kosong. Keberhasilan suatu organisme mengisi relung ditentukan oleh seberapa besar kecocokan organisme tersebut dibandingkan dengan persyaratan relung yang Isolasi Geografi Isolasi geografi/batas alam. Apabila batas alam tidak dapat dilewati, suatu populasi tidak akan pernah bertemu dengan populasi lainnya maka dapat menyebabkan terjadinya spesisasi baik simpatri maupun tidak simpatri - Proses spesiasi simpatri proses spesiasi yang terjadi dalam area geografi yang sama dari suatu spesies yang paling berkerabat. Spesiasi terjadi karena aspek genetik, morfologi, tingkah laku, fisiologi, dan lain-lain. Contoh populasi mencit di Eropa Barat memiliki sejumlah populasi kecil yang tidak interfertilisasi dengan populasi di sebelahnya walaupun penyebarannya sangat luas di Eropa Barat. - Spesiasi tidak simpatri proses spesiasi yang terdapat dalam area geografi yang berbeda dibandingkan dengan area geografi suatu spesies yang paling berkerabat. Dibagi menjadi 3 yaitu 1. Spesiasi alopatri proses spesiasi yang terjadi di daerah yang berjauhan atau berlainan dari suatu spesies yang paling dekat hubungan kekerabatannya. Sebagian dari populasi suatu spesies terpisah dan hidup di daerah yang berlainan. Karena adanya pemisahan, keanekaragaman yang terbawa dari populasi yang terpisah, berbeda dalam frekuensi alelnya. Oleh karena kedua daerah memiliki perbedaan dalam banyak hal, seleksi alam yang bekerja pada masing-masing area akan berbeda pula. Ketika kedua populasi tersebut bertemu di kemudian hari, tidak ada lagi interaksi social di antara kedua populasi tersebut. Contoh Macaca brunnescens dianggap jenis berbeda dari Macaca ochreata karena terpisah secara geografi. 2. Spesiasi parapatri proses spesiasi yang terjadi di daerah yang bersebelahan dengan daerah dari suatu spesies yang paling dekat hubungan kekerabatannya. Daerah penyebaran meliputi lebih dari satu macam habitat dengan persyaratan yang berbeda. Dengan berjalannya waktu, terbentuklah suatu populasi yang tetap bersebelahan tetapi kemampuan interfertilnya secara gradual menurun, berbanding lurus dengan jarak antara dua populasi. Akhirnya pada suatu keadaan akan ada dua populasi yang sudah tidak mampu berinteraksi secara interfertil, sehingga harus dianggap sebagai spesies tersendiri. 3. Spesiasi peripatri proses spesiasi yang terjadi di daerah pinggir dari daerah suatu spesies yang paling dekat hubungan kekerabatannya. Suatu organisme memiliki kisaran toleransi tertentu, akibatnya jenis tersebut akan menempati daerah tertentu. Semakin jauh dari pusat penyebarannya, maka lingkungannya pun makin berbeda. Dengan demikian spesies yang menempati daerah tersebut akan semakin berbeda dengan spesies yang menempati pusat. Dengan demikian, interaksi antara populasi tersebut dengan populasi satu spesiesnya menjadi sangat terbatas.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 25Modul biologi Kelas. XII KD d. Isolasi Reproduksi Proses spesiasi yang ditinjau dari keberhasilan terjadinya pembuahan kemungkinan pertemuan antara dua jenis sel gamet proses pra-kawin dan keberhasilan suatu perkawinan proses pasca kawin. 1. Spesiasi pra kawin meliputi - Kromosomal perbedaan jumlah, bentuk, urutan kromosom berpengaruh dalam perubahan. - Musim perbedaan musim kawin atau musim berbunga menyebabkan individu hanya dapat saling membuahi individu tertentu yang cocok. - Parthenogenesis individu identik dengan induk yang menghasilkannya. - Morfologi atau struktural perbedaan struktur tubuh morfologi menyebabkan pembuahan menjadi tidak mungkin. 2. Spesiasi pasca kawin meliputi - Letalitas adanya embrio yang letal - Sterilitas individu yang dilahirkan tidak dapat memiliki keturunan. - Semi-letal individu yang dihasilkan, meskipun hidup normal dan dapat memiliki keturunan, memiliki vitalitas yang sangat Rangkuman 1. Evolusi merupakan proses satu arah dalam waktu yang tidak terbalikkan. Proses evolusi hanya dapat dipelajari dari petunjuk-petunjuk yang ada yaitu adanya variasi makhluk hidup, fosil-fosil yang ditemukan, homologi dan analogi organ, embriologi perbandingan, pentunjuk biokimia, perbandingan fisiologi, alat tubuh yang tersisa. 2. Mekanisme evolusi dapat terjadi melalui mutasi, genetik drif, aliran gen, rekombinasi seksual, seleksi alam, dan Latihan SoalKerjakan semua soal di bawah ini di kertas, kemudian cocokan dengan kunci jawabanyang tersedia untuk penyelesaiannya!1. Salah satu petunjuk evolusi adalah homologi organ tubuh. Jelaskan yang dimaksud dengan Homolog!2. Bagaimana teori Darwin dan Lamarck menjelaskan fenomena jerapah berleher panjang!3. Sebutkan akibat dari terjadinya seleksi alam!4. Sebutkan kelemahan teori evolusi Darwin menurut August Weismann!Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhirmodul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus berikut untukmengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Nilai = ℎ ℎ x 100 % 26 ℎ Konversi tingkat penguasaan 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMENModul biologi Kelas. XII KD - 79% = cukup< 70% = kurangApabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan denganKegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materiKegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Kunci jawaban Skor 251. Organ homolog adalah organ-organ yang memiliki struktur asal 25 sama, tetapi fungsinya, berbeda. Tangan manusia homolog dengan kaki depan kadal, sayap burung, sayap, kelelawar, 25 maupun sirip lumba-lumba. Akan tetapi, tangan manusia tidak 25 homolog, dengan sayap kupu-kupu karena keduanya tidak memiliki struktur asal yang Menurut teori Darwin, panjangnya leher jerapah merupakan salah satu contoh seleksi alam. Jerapah memiliki leher yang bervariasi, ada yang panjang dan ada yang pendek. Jerapah berleher panjang mampu meraih daun-daun yang ada di pucuk pohon sebagai makanannnya, sedangkan jerapah berleher pendek tidak. Akibatnya, jerapah berleher pendek tidak mampu bertahan hidup dan jumlahnya terus berkurang sehingga yang tersisa adalah jerapah berleher panjang. Menurut teori Lamarck, dahulu semua jerapah berleher pendek. Namun, akibat tertarik selama bertahun-tahun untuk meraih daun-daun di pucuk pohon, leher jerapah menjadi panjang. Selanjutnya, leher panjang itu diwariskan kepada Organisme yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru akan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru akan mati atau pindah ke daerah lain yang tidak mengalami perubahan Weismann berpendapat bahwa sifat leher panjang dan leher pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan, sedangkan gen untuk leher pendek bersifat resesif. Oleh karena itu, jerapah berleher panjang merupakan keturunan yang bersifat homozigot dominan atau heterozigot. Sebaliknya, jerapah berleher pendek merupakan keturunan yang bersifat homozigot resesif. Jerapah berleher pendek yang homozigot resesit tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga akhirnya punah. Weismann berpendapat bahwa evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 27Modul biologi Kelas. XII KD Penilaian Diri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab!No. Pertanyaan Jawaban Ya Tidak1. Apakah Anda telah mampu menjelaskan tentang Ya Tidak petunjuk-petunjuk evolusi ? Ya Tidak Ya Tidak2. Apakah Anda telah mampu membedakan petunjuk Ya Tidak evolusi antara homologi dan analogi organ?3. Apakah Anda telah mampu menjelaskan tentang urutan fosil kuda sebagai petunjuk evolusi?4. Apakah Anda telah mampu menjelaskan mekanisme evolusi ? Apakah Anda telah mampu menghitung frekuensi gen5. dalam populasi dengan menggunakan hukum hardi weinberg?Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama padabagian yang masih "Tidak".Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 28Modul biologi Kelas. XII KD EVALUASI1. Pernyataan omne vivum ex ovo, omve ovum ex vivo menjelaskan bahwa .... A. kehidupan selalu berasal dari organisme yang bertelur B. kehidupan dapat berasal dari benda mati C. tak ada kehidupan tanpa telur D. sebelum ada individu, maka harus ada telur terlebih dahulu E. kehidupan ada karena telah ada kehidupan Evolusi merupakan perubahan pada suatu individu yang disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan. Pendapat tesebut merupakan gagasan dari .... A. De Lamarck B. C. Lelly D. Antoni E. August. W3. Populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Dalam kompetisi mendapatkan makanan, jerapah yang berleher panjanglah yang lestari, sedangkan jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan. Peristiwa tersebut mengingatkan teori evolusi yang dikemukakan oleh …. A. Weismann B. Gerabah C. Charles Darwin D. Lamarck E. Gregor Johan Mendel4. Seorang sejarawan melakukan penelitian mengenai evolusi dan menemukan beberpa fakta yang terjadi dialam antara lain 1 Terdapat homologi organ 2 Adanya variasi individu dalam satu keturunan 3 Ditemukannya hewan yang sama pada tempat yang berbeda 4 Semua species mempunyai potensi reproduksi yang tinggi Fakta yang diperoleh dan dapat dijadikan sebagai dasar teori evolusi adalah… A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 45. Hal - hal berikut yang bukan merupakan petunjuk evolusi adalah .... A. fosil pada berbagai lapisan batuan B. anatomi perbandingan yang bersifat analog C. anatomi perbandingan yang bersifat homolog D. embriologi perbandingan E. perkawainan silang .6. Di bawah ini organ-organ dari berbagai hewan 1 sayap kelelawar 2 kaki manusia 3 sayap kupu-kupu 4 kaki depan kuda 5 sirip paus2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 29Modul biologi Kelas. XII KD tubuh yang bersifat homologi adalah….A. 1, 2, 5B. 2, 4, 5C. 2, 4, 5D. 2, 4, 5E. 3, 4, 57. Bila 2 jenis hewan memiliki banyak organ yang homolog, maka ini dapat diartikan bahwa kedua jenis hewan tersebut .... A. dekat hubungan secara evolusi B. besar kemampuan untuk beradaptasi C. banyak persamaan habitatnya D. tinggi tingkatan pertumbuhan evolusinya E. besar kemungkinan untuk Sayap lebah dan sayap kelelawar termasuk organ yang analog, karena…. A. bentuk dasar berbeda B. bentuk berbeda, fungsi sama C. asal sama, fungsi sama D. asal berbeda, fungsi berbeda E. tidak ada persamaan apapun9. Filogeni menjelaskan perkembangan makhluk hidup dalam evolusi, sedangkan ontogeni mempersoalkan perkembangan zigot sampai dewasa, pernyataan berikut yang benar .... A. filogeni sangat bertentangan dengan ontogeni B. filogeni sangat erat hubungannya dengan evolusi C. filogeni merupakan rekapitulasi dari ontogeni D. ontogeni sangat erat hubungannya dengan evolusi E. ontogeni merupakan rekapitulasi dari filogeni10. Alat-alat yang tersisa pada organisme dapat di anggap sebagai petunjuk adanya evolusi. Pada manusia yang bukan merupakan alat tubuh yang tersisa adalah…. A. Rambut pada dada B. Tulang telapak tangan C. Umbai cacing usus buntu D. Gigi taring yang runcing E. Otot-otot penggerak telinga11. Faktor utama yang mengakibatkan penurunan populasi kupu-kupu jenis biston betularia bersayap cerah setelah adanya revolusi industri adalah .... A. seleksi alam B. adaptasi terhadap lingkungan C. persaingan dalam hal panga D. perubahan warna cerah menjadi gelap E. warna gelap lebih adaptif dengan lingkungan12. Perhatikan pernyataan berikut! 1 Perubahan struktur materi genetis yang diturunkan kepada generasi berikutnya. 2 Proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan. 3 proses penggabungan gen dari organisme yang berbeda. 4 pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan tidak dapat terus bertahan hidup.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 30Modul biologi Kelas. XII KD Perubahan burung Finch di Kepulauan Galapagos sebagai contoh terjadinya evolusi yang disebabkan oleh .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 413. Pada suatu daerah dengan penduduk terdapat 4% warga albino, maka perbandingan jumlah orang yang berkulit homozigot dan normal heterozigot berturut- turut adalah … A. dan B. dan C. dan D. dan E. dan Suatu populasi burung terpisah menjadi dua populasi. Setelah ribuan tahun kedua populasi burung tersebut bersatu kembali, tetapi gagal melakukan perkawinan. Berikut ini yang bukan penjelasan untuk hal tersebut adalah … A. Masa kawin kedua populasi tersebut berubah B. Populasi asal berevolusi menjadi dua spesies berbeda C. Tidak terjadi isolasi gamet D. Dua populasi tersebut menjadi terisolasi secara geografis E. Telah terjadi isolasi gamet15. Kesimpulan dari teori Darwin adalah ... A. Manusia bisa saja berasal dari monyet B. Homologi menjadi dasar makhluk hidup berevolusi C. Makhluk hidup dapat berubah sendiri secara spontan D. Makhluk hidup dapat berubah sendiri secara spontan E. Hanya melalui mutasi makhluk hidup berubah bentuk dan berevolusi F. Makhluk hidup berubah bentuk karena seleksi dan adaptasiCocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir modul jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahuitingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Nilai = ℎ ℎ x 100 % ℎ Konversi tingkat penguasaan 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurangApabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan denganKegiatan Belajar 2. Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi KegiatanBelajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 31Modul biologi Kelas. XII KD jawaban soal evaluasiNomor Kunci Nomor Kunci Nomor Kunci soal soal 1. jawaban 6. jawaban soal jawaban 2. A 7. B 11. A 3. B 8. A 12. D 4. C 9. B 13. B 5. A 10. C 14. C E C 15. E2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 32Modul biologi Kelas. XII KD DAFTAR PUSTAKAAryilina, Diah. Dkk, 2007. Biologi SMA dan MA untuk Kelas XII, Jakarta, ErlanggaIrmaningtyas. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok peminatan Matematika dan Imu Alam. Jakarta ErlanggaKusumawati, Rohana. 2010 Biologi Untuk SMA/MA. Klaten Intan PariwaraPratiwi, Bakti. 2018. Biologi SMA/MA. Bandung YMARA WIDYASafitri, Ririn. 2016. Buku Guru Biologi Untuk SMA/MA Kelas XII. Surakarta Mediatama 2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 33